RADARTERKINI.ID | SURABAYA – Kebersamaan keluarga menjadi momen berharga untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menciptakan kenangan indah bersama orang-orang tercinta. Suasana tersebut terasa dalam kegiatan wisata malam keluarga besar Ibu Djaitun yang melibatkan keluarga Didik Djatmiko bersama istrinya, Vivin Dianawati, serta keluarga Erfan Pratama bersama istrinya, Indah Aurelya Zahra.
Pada Jumat malam (9/10/2026), kedua keluarga yang didampingi anak-anak masing-masing menikmati suasana Kota Surabaya dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah dan destinasi favorit masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menikmati waktu bersama sebelum keluarga Indah Aurelya Zahra kembali ke Jakarta pada Sabtu (10/10/2026).
Perjalanan malam itu diawali dengan mengunjungi Pesarean Eyang Yudo Kardono yang berlokasi di Jalan Cempaka Nomor 25, Kecamatan Tegalsari, Surabaya. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan mengenal jejak sejarah lokal yang masih menyimpan cerita dan tradisi masyarakat.
Setelah mengunjungi pesarean, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Hotel Majapahit di Jalan Tunjungan Nomor 65, Surabaya. Di depan bangunan bersejarah tersebut, kedua keluarga menyempatkan diri berfoto bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan.
Hotel Majapahit memiliki perjalanan sejarah panjang. Bangunan yang dahulu dikenal sebagai Hotel Oranje itu kemudian berganti nama menjadi Hotel Yamato pada masa pendudukan Jepang, sebelum akhirnya dikenal sebagai Hotel Majapahit hingga sekarang. Hotel ini juga menjadi saksi peristiwa bersejarah perobekan bagian biru bendera Belanda pada 19 September 1945 oleh para pejuang Surabaya.
Selain dikenal karena nilai sejarahnya, hotel tersebut juga kerap dikaitkan dengan beragam cerita mistis yang berkembang di masyarakat. Namun, daya tarik utamanya tetap terletak pada arsitektur bersejarah dan perannya dalam perjalanan perjuangan bangsa Indonesia.
Wisata malam kemudian berlanjut ke Taman Bungkul, salah satu ruang publik ikonik di Surabaya. Di tempat ini, keluarga menikmati suasana malam dengan berjalan santai, berfoto bersama, serta bersantai sambil menikmati kopi.
Taman Bungkul juga dikenal memiliki nilai religi dan sejarah melalui keberadaan makam Mbah Bungkul, tokoh yang dalam tradisi masyarakat setempat dikenal sebagai Sunan Bungkul. Keberadaan makam tersebut menjadikan kawasan ini tidak hanya sebagai ruang rekreasi, tetapi juga bagian dari jejak sejarah dan penyebaran Islam di Surabaya.
Setelah menikmati suasana Taman Bungkul, rombongan kembali berkeliling ke sejumlah kawasan lain di Kota Surabaya. Perjalanan dilakukan secara santai, memberikan kesempatan bagi seluruh anggota keluarga untuk menikmati suasana kota sekaligus mengabadikan berbagai momen kebersamaan.
Bagi keluarga Erfan Pratama dan Indah Aurelya Zahra, perjalanan tersebut terasa istimewa karena menjadi salah satu kesempatan menikmati waktu bersama sebelum kembali ke Jakarta. Selama kurang lebih satu pekan berada di Surabaya untuk keperluan pekerjaan, kesempatan berkumpul dan berwisata bersama keluarga menjadi momen yang patut dikenang.
Sementara itu, keluarga Didik Djatmiko dan Vivin Dianawati turut menikmati perjalanan tersebut bersama anak-anak mereka. Kebersamaan kedua keluarga besar ini memperlihatkan bahwa waktu berkualitas bersama keluarga dapat diisi melalui kegiatan sederhana, mulai dari mengunjungi tempat bersejarah, menikmati suasana malam, hingga berfoto bersama.
Wisata malam tersebut bukan sekadar perjalanan mengelilingi Kota Surabaya, melainkan juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan dan menciptakan kenangan sebelum kembali menjalani kesibukan masing-masing.
Melalui momen kebersamaan ini, kedua keluarga berharap silaturahmi tetap terjaga dan hubungan kekeluargaan semakin erat. Surabaya pun menjadi saksi perjalanan sederhana yang menghadirkan kehangatan, kebahagiaan, serta kenangan indah bagi keluarga besar Ibu Djaitun.













