RADARTERKINI.ID | LAMONGAN — Misteri sejarah di Gunung Ratu, Desa Sendang Rejo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan kembali disingkap melalui kegiatan napak tilas yang dilakukan tim Sirnah Gali pada Selasa, (24/3/2026).
Kegiatan ini dipimpin Jatmiko Didik bersama Gus Yulianto dan juru kunci setempat, Mbah Pah, dengan tujuan menggali kembali kisah legendaris yang dipercaya masyarakat masih tersimpan di kawasan tersebut.
Tim melakukan penelusuran hingga ke lokasi yang diyakini sebagai makam Dewi Andongsari, sosok yang disebut-sebut sebagai ibunda dari Gajah Mada, tokoh penting dalam sejarah Kerajaan Majapahit. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendengar langsung penuturan masyarakat setempat guna meluruskan dan memperkaya narasi sejarah yang berkembang.
Gunung Ratu yang terletak di Desa Sendang Rejo dikenal bukan karena ketinggiannya, melainkan nilai historis dan spiritual yang melekat kuat. Lingkungan sekitar yang dipenuhi pepohonan jati menciptakan suasana sakral, menjadikan perjalanan menuju lokasi makam sebagai pengalaman batin yang mendalam bagi para pengunjung.
Setibanya di lokasi, tim napak tilas melewati tangga batu menuju sebuah pendopo sederhana yang berada di puncak. Di area tersebut berdiri patung Gajah Mada, menjadi simbol penghormatan terhadap tokoh besar Nusantara. Dari titik ini, akses menuju makam Dewi Andongsari terbuka.
Menurut cerita turun-temurun, Dewi Andongsari yang juga dikenal sebagai Dewi Tribuaneswari atau Indreswari merupakan selir dari Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit. Ia dikisahkan pernah diusir dari keraton saat tengah mengandung dan menjalani pengasingan ditemani dua hewan setianya, yakni Kucing Condromowo dan Garangan Putih. Jejak kisah tersebut hingga kini masih diyakini keberadaannya melalui simbol-simbol yang tersebar di kawasan Gunung Ratu.
Masyarakat setempat meyakini bahwa Gunung Ratu bukan sekadar situs makam, melainkan tempat sakral yang menyimpan nilai sejarah, spiritualitas, dan budaya yang tinggi. Kawasan ini juga dianggap sebagai saksi bisu perjalanan hidup seorang perempuan yang melahirkan tokoh besar dalam sejarah Nusantara.
Melalui kegiatan napak tilas ini, tim Sirnah Gali berharap kisah-kisah yang selama ini tersembunyi dapat diangkat kembali ke permukaan, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan sejarah dan kearifan lokal yang ada di tengah masyarakat.













