Begini Kata Danrem 0604 Maulana Yusuf Usai Anak Buahnya Keroyok Warga hingga Tewas

Begini Kata Danrem 0604 Maulana Yusuf Usai Anak Buahnya Keroyok Warga hingga Tewas

Begini Kata Danrem 0604 Maulana Yusuf Usai Anak Buahnya Keroyok Warga hingga Tewas. (Baim).
Begini Kata Danrem 0604 Maulana Yusuf Usai Anak Buahnya Keroyok Warga hingga Tewas. (Baim).

RADARTERKINI.ID | SERANG  –  Dua anggota Korem 0604 Pratu MI dan Pratu FS yang melakukan pengeroyokan terhadap salah seorang warga Sajira, Kabupaten Lebak Fahrul Abdillah (28) hingga tewas saat ini masih menjalani pemeriksaan.

Menurut keterangan Komandan Korem (Danrem) 0604/Maulana Yusuf motif kedua pelaku karena pengaruh minuman keras (miras). “Dipengaruhi oleh adanya minuman keras,” kata Komandan Korem 0604/Maulana Yusuf Brigjen TNI Andrian Susanto, Senin 21 April 2025.

Dirinya mengatakan jika pihaknya masih mendalami terkait adanya dugaan penyalahgunaan narkoba. Akan tetapi dugaan tersebut membutuhkan proses pendalaman.

“Mendalami ini para pelaku (termasuk dua pelaku lain-red) ini ada indikasi menggunakan narkoba atau tidak. Sementara ini penggunaan minuman keras,” ungkapnya.

Baca Juga :  TNI AL Gelar Rekonstruksi Perkara Pembunuhan di Jalan Trans Gunung Kupang Kiram Banjarbaru Kalsel

Perwira tinggi TNI ini menjelaskan, keempat pelaku yang terlibat dalam kasus pengeroyokan korban tersebut merupakan teman satu tongkrongan.

Dikutip radarbanten.co.id, Sebelum kejadian, Pratu MI dan Pratu FS melayat ke rumah rekan yang anaknya meninggal dunia. Seusai takziah, keduanya bertemu dengan beberapa warga sipil dan berkumpul di salah satu kawasan perumahan untuk minum minuman keras.

Saat kelompok tersebut berjalan menuju alun-alun, terjadi ejekan yang memicu keributan. “Ejekan itu sebenarnya bukan dari anggota TNI-nya, tapi dari teman warga sipil yang akhirnya memancing respons terhadap masyarakat sekitar, dan terjadilah kesalahpahaman hingga perkelahian,” kata Andrian.

Baca Juga :  Lecehkan Pasien, Oknum Dokter Obgyn di Garut Raba Dada saat USG

Aksi kekerasan pertama terjadi di depan kantor Bank Banten, di Jalan Ahmad Yani, Kota Serang. Setelah insiden tersebut, kelompok itu berpindah ke lokasi kedua di kawasan Kontrakan 27, Cipocokjaya, Kota Serang.

Di lokasi ini terjadi penganiayaan lanjutan akibat para pelaku merasa tersinggung oleh perkataan korban.

“Jadi tersangka merasa ada penyampaian dari korban yang menyinggung. Itu yang menjadi pemicu kejadian di TKP kedua,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa korban tidak memiliki hubungan atau kenal sebelumnya dengan pelaku. Kejadian tersebut murni terjadi karena pengaruh alkohol dan provokasi antar kelompok.

Penulis : Baim