Wali Kota Jaktim Lepas 50 Peserta Wisata Religi 2026, Jelajahi Masjid Istiqlal hingga Makam Pangeran Jayakarta

Avatar photo
Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, secara resmi melepas peserta kegiatan Pengenalan Destinasi Wisata Religi 2026 di Lobi Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (3/3/2026).

RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, secara resmi melepas peserta kegiatan Pengenalan Destinasi Wisata Religi 2026 di Lobi Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Timur ini diikuti 50 peserta yang terdiri dari anggota Tim Penggerak PKK Jakarta Timur serta Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta diajak mengunjungi sejumlah destinasi wisata religi bersejarah di Jakarta, di antaranya Masjid Tjia Kang Hoo, Masjid Agung At-Tin, Museum Bait Al-Qur’an, Masjid Istiqlal, serta ziarah ke Makam Pangeran Jayakarta.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Komplotan Curanmor HP di Konser Gesrek Ancol, 21 Unit Diamankan

Dalam sambutannya, Munjirin menegaskan bahwa pengenalan destinasi wisata religi menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan sekaligus menguatkan nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang melekat

pada berbagai situs keagamaan di Jakarta.

Ia menyampaikan, para peserta diharapkan dapat mengenal lebih dekat destinasi wisata religi yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah dan kehidupan sosial masyarakat.

Baca Juga :  BGN Usul Sopir MBG Berkostum Power Rangers, HNW: Kan Anak-anak Nggak Lihat

Lebih lanjut, Munjirin berharap para peserta mampu menjadi agen informasi di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda, bahwa Jakarta Timur memiliki beragam destinasi wisata religi yang patut dikenang dan dijaga sebagai warisan sejarah.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, apresiasi, serta minat masyarakat terhadap wisata religi sebagai bagian dari kekayaan destinasi pariwisata yang edukatif dan bernilai, sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota dengan warisan sejarah dan spiritual yang kaya.