RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 yang dipusatkan di Serang pada 9 Februari 2026 masih menyisakan resonansi positif di berbagai kalangan. Empat hari pasca perayaan, apresiasi dan refleksi atas kontribusi insan pers terus disampaikan oleh sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan.
Salah satunya datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta, Pamuji Raharja. Ia menyampaikan ucapan selamat sekaligus pandangannya terkait peran pers saat ditemui di ruang kerjanya di kantor sementara Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Jalan Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Jumat (13/2/2026).
Dalam pernyataannya, Pamuji menegaskan bahwa pers merupakan salah satu fondasi utama demokrasi yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga arus informasi tetap akurat dan berimbang.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Pamuji Raharja, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta, mengucapkan selamat Hari Pers Nasional yang ke-80. Semoga pers semakin jaya membangun Negara Republik Indonesia sesuai Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto. Semoga pers juga semakin sehat dan menjadi pondasi kuat untuk kebebasan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Terima kasih. Wabillahitaufik wal hidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucapnya.
Peringatan HPN ke-80 dihadiri ribuan insan pers dari seluruh Indonesia. Momentum tahunan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ajang konsolidasi dan refleksi atas perjalanan panjang pers nasional dalam mengawal pembangunan bangsa.
Menurut Pamuji, di tengah derasnya transformasi digital dan banjir informasi, tantangan yang dihadapi jurnalis semakin kompleks. Oleh karena itu, profesionalisme, verifikasi data, serta kepatuhan pada kode etik jurnalistik menjadi kunci agar pers tetap dipercaya publik.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah dan media perlu diperkuat melalui keterbukaan informasi publik. Dalam sektor keimigrasian, pemberitaan yang akurat dinilai sangat membantu masyarakat memahami kebijakan, prosedur layanan, serta regulasi yang berlaku.
“Pers adalah jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Informasi yang utuh dan berimbang akan mencegah kesalahpahaman serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga negara,” tegasnya.
HPN yang diperingati setiap 9 Februari merupakan bentuk penghormatan terhadap peran pers dalam sejarah perjuangan dan pembangunan Indonesia. Pada usia ke-80, pers diharapkan semakin matang menjalankan fungsi edukasi, informasi, kontrol sosial, dan hiburan secara profesional serta bertanggung jawab.
Dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk jajaran Imigrasi DKI Jakarta, menjadi bukti bahwa keberadaan pers tetap relevan dan strategis. Di tengah dinamika global, insan pers diharapkan terus menjaga independensi, integritas, dan komitmen terhadap kepentingan publik.











