RADARTERKINI.ID | DENPASAR – |Mengakhiri kunjungan kerjanya di Pulau Dewata, Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Marthinus Hukom, menggelar dialog terbuka dengan jajaran BNN Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali, pada Rabu (16/7). Didampingi para pejabat utama BNN Pusat, Marthinus menyampaikan apresiasi atas dedikasi jajaran BNN di Bali dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Dalam forum yang berlangsung hangat dan terbuka, Kepala BNN RI mendengarkan langsung capaian serta tantangan yang dihadapi jajaran di lapangan. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, peningkatan kualitas SDM, dan kolaborasi erat dengan masyarakat adat sebagai benteng pertahanan Bali dari ancaman narkoba.
Namun, Marthinus juga menyampaikan peringatan keras. Ia meminta seluruh personel BNN di Bali menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme.
“Kalau ada yang terbukti menyimpang, saya tidak akan segan mengambil tindakan tegas,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa tugas BNN bukan sekadar penindakan, melainkan juga memberi layanan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia meminta jajaran di wilayah agar lebih proaktif menjangkau korban hingga ke desa-desa, serta memastikan layanan rehabilitasi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dalam hal pemberantasan peredaran gelap narkoba, Marthinus meminta langkah yang lebih terukur, berbasis intelijen, dan menyasar akar permasalahan hingga sindikat internasional yang menjadikan Bali sebagai pasar narkotika.
Dengan komitmen tinggi, penguatan jejaring lokal, dan dukungan penuh masyarakat, Kepala BNN RI berharap Bali bisa menjadi teladan nasional dalam pemberantasan narkoba, sekaligus menjaga citra Pulau Dewata sebagai destinasi wisata dunia yang aman dan berbudaya.











