BPSDM Kemendagri Luncurkan Region Branding, Dongkrak Ekonomi Daerah

RADARTERKINI ID | JAKARTA – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi meluncurkan program pelatihan strategis Region Branding for Prosperity (RBP) di Gedung BPSDM Kemendagri, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026). Program ini dirancang untuk memperkuat daya saing daerah melalui pembangunan identitas dan reputasi wilayah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Peluncuran program dilakukan oleh Kepala BPSDM Kemendagri, Dr. Sugeng Hariyono, CACP, dan dihadiri oleh Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN RI), Dr. Tr. Erna Irawati, S.Sos., M.Pol.Adm., serta Direktur Utama PT Invensi Masa Depan, Yuswohady, yang juga dikenal sebagai penulis buku Region Branding Diamond sebagai landasan konseptual program tersebut.

Program RBP hadir dengan visi menjadikan para pemimpin daerah sebagai arsitek reputasi wilayah yang mampu mengoptimalkan potensi daerah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. Inisiatif ini lahir dari sejumlah tantangan yang masih dihadapi banyak daerah di Indonesia, mulai dari belum optimalnya pemetaan potensi unggulan, belum terbangunnya identitas daerah yang kuat dan konsisten, hingga belum tergalinya keunikan sejarah, budaya, dan ekonomi lokal sebagai aset kompetitif di tingkat global.

Baca Juga :  BPN Garut Enggan Direkam Saat Audiensi Sengketa Wakaf, Alumni 212 DTK Angkat Dugaan Oknum Internal

Untuk menjawab tantangan tersebut, BPSDM Kemendagri merancang program pelatihan berbasis praktik dengan pendekatan pembelajaran 70:20:10, yang mengombinasikan pembelajaran mandiri, sesi sinkron, serta coaching intensif bersama para praktisi branding dan ekonomi daerah.

Kurikulum pelatihan dibangun menggunakan kerangka Region Brand Diamond dengan lima pilar utama, yakni Arena, Audience, Value, Narrative, dan Action (AAVNA) yang disesuaikan dengan kebutuhan pemerintahan daerah di Indonesia. Melalui pelatihan ini, peserta akan menghasilkan Region Brand Blueprint, yaitu dokumen strategis yang dapat digunakan sebagai acuan kebijakan dalam membangun reputasi daerah.

Baca Juga :  KI DKI Selesaikan 4 Sengketa Informasi Sekaligus Lewat Mediasi Damai

Program ini ditujukan bagi pejabat pimpinan tinggi dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah seluruh Indonesia yang memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi daerah. Pelaksanaannya menggunakan metode blended learning, sehingga peserta dapat mengikuti pelatihan tanpa meninggalkan tugas dan tanggung jawab utama di daerah masing-masing.

Selain itu, program ini diperkuat melalui kolaborasi antara BPSDM Kemendagri dan LAN RI. Hasil pembelajaran peserta akan diakui secara formal dalam sistem pengembangan kompetensi ASN nasional, sehingga RBP tidak hanya menjadi sarana peningkatan kapasitas, tetapi juga investasi karier jangka panjang bagi para ASN.

Peluncuran Region Branding for Prosperity menjadi langkah baru dalam pengembangan kompetensi ASN Indonesia. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan individu, tetapi juga diarahkan untuk membangun kekuatan kolektif dalam meningkatkan reputasi wilayah dan kemakmuran masyarakat daerah. Dengan membangun branding wilayah yang kuat, pemerintah daerah diharapkan mampu menarik investasi, memperluas peluang ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.