RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Polres Pelabuhan Tanjung Priok memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) hingga ancaman teror melalui simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) bersama Sabuk Kamtibmas dalam program “Jaga Priok, Jaga Jakarta untuk Indonesia”.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H. menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan personel dalam melindungi markas komando (mako), aset, lingkungan sekitar, serta kawasan Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan Objek Vital Nasional.
“Sispam Mako ini merupakan kegiatan pengamanan mako, aset, dan personel dari ancaman seperti gangguan kamtibmas ataupun teror. Ini sebagai bentuk kesiapsiagaan kami apabila terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar AKBP Aris, Kamis (9/4/2026).
Dalam simulasi tersebut, sebanyak 202 personel dikerahkan, atau sekitar dua pertiga dari total kekuatan personel yang dimiliki Polres Pelabuhan Tanjung Priok.
Tak hanya melibatkan aparat kepolisian, kegiatan ini juga menggandeng berbagai unsur masyarakat, seperti pengemudi ojek daring (ojol), buruh tenaga kerja bongkar muat, pengemudi Bandar Jakarta, satuan pengamanan (satpam), hingga elemen masyarakat lainnya.
“Kami tidak bisa bergerak sendiri dalam menjaga situasi kamtibmas. Kami juga merangkul potensi masyarakat untuk ikut membantu menjaga keamanan, khususnya di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok,” tambahnya.
Pengamanan dalam simulasi difokuskan pada perlindungan mako, termasuk aset, personel, dan lingkungan sekitar dari berbagai kemungkinan ancaman.
Kegiatan ini merupakan langkah kontinjensi dan antisipatif terhadap dinamika situasi global yang berpotensi berdampak pada kondisi keamanan dalam negeri. Melalui kolaborasi antara Polri dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas tetap terjaga sekaligus mendukung keberlangsungan roda perekonomian di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.











