RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara mengambil langkah tegas menyusul viralnya video yang memperlihatkan seorang pria diduga mengambil atau menguras bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari tangki truk pengangkut sampah di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.
Menanggapi video yang ramai beredar di media sosial tersebut, Kepala Seksi Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) Sudin LH Jakarta Utara, Ardiyanto, mengatakan pihaknya langsung memanggil sopir truk sampah yang diduga terlibat untuk menjalani pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Atas kejadian ini, kami dari Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara langsung mengambil sejumlah langkah tegas untuk menyelesaikan persoalan yang viral di media sosial,” ujar Ardiyanto saat dikonfirmasi, Sabtu (11/7/2026).
Sebagai tindak lanjut, Sudin LH Jakarta Utara telah melakukan sejumlah langkah, yakni melakukan investigasi atas dugaan penggunaan BBM yang tidak sesuai ketentuan, memanggil pengemudi yang diduga terlibat, melakukan pemeriksaan intensif, memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku, serta melakukan pembinaan terhadap seluruh pengemudi armada truk sampah.
Ardiyanto menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi pelanggaran serupa dan memastikan akan memberikan tindakan tegas apabila kembali ditemukan sopir yang melakukan penyalahgunaan BBM.
“Peristiwa ini diharapkan jangan sampai terulang kembali. Kami akan menindak tegas bila ada sopir nakal,” tegasnya.
Selain itu, Sudin LH Jakarta Utara juga berencana memanggil Paguyuban Pengemudi Lingkungan Hidup Jakarta Utara guna melakukan evaluasi serta memperkuat pengawasan terhadap kinerja para pengemudi armada pengangkut sampah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Sebelumnya, muncul pengakuan dari seorang mantan sopir truk pengangkut sampah yang menyebut dugaan praktik penyelewengan BBM tidak terlepas dari persoalan internal di lingkungan operasional Sudin LH Jakarta Utara.
Menurut pengakuannya, pengambilan sisa BBM oleh sebagian oknum sopir disebut bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan dipicu beban biaya operasional kendaraan yang kerap harus ditanggung sendiri oleh para pengemudi.
Ia juga mengklaim para sopir sering menghadapi pemotongan gaji apabila melakukan kesalahan saat bertugas, sehingga kondisi tersebut disebut menambah tekanan bagi para pengemudi armada pengangkut sampah.











