RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengamankan kegiatan Jakarta Utara Berdzikir dan Bersholawat yang digelar di Area Makam Mbah Priok pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan keagamaan yang dihadiri ratusan jamaah ini berlangsung lancar, tertib, dan kondusif hingga selesai pada pukul 00.25 WIB.
Ketua Panitia Jakarta Utara Berdzikir dan Bersholawat, Habib Rizal Habsy, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Pelabuhan Tanjung Priok atas pelayanan serta pengamanan maksimal yang diberikan sejak sebelum acara dimulai hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
Acara dzikir dan sholawat tersebut digelar bersama Majelis Nurul Musthofa dan Gubah Al Haddad Mbah Priok, dimulai sejak pukul 17.00 WIB. Sejumlah habaib dan ulama nasional hingga internasional turut hadir, di antaranya Habib Ali Zaenal Alaydrus, Habib Abdullah Al Athas, Habib Abdurahman Alhabsyi, hingga Dr. Assayid Syeikh Amar Jailani, ulama asal Gaza, Palestina.
Pengamanan kegiatan diawali dengan apel pengamanan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Dr. Martuasah Hermindo Tobing, S.I.K., M.H. Apel tersebut melibatkan 207 personel gabungan, terdiri dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kodim 0502/Jakarta Utara, serta Satpol PP.
Rangkaian acara berlangsung khidmat, dimulai dengan pembacaan Yasin dan tawasul, ratib, asmaul husna, sholawat Nabi Muhammad SAW, tausiyah, hingga doa penutup. Lagu kebangsaan Indonesia Raya juga dikumandangkan sebagai wujud cinta tanah air.
Jumlah jamaah diperkirakan mencapai sekitar 400 orang, dengan dukungan kendaraan berupa 3 bus peziarah, 20 kendaraan roda empat, dan sekitar 260 kendaraan roda dua.
Kegiatan berskala besar ini bertujuan untuk memperkuat nilai spiritual, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga kondusivitas sosial masyarakat Jakarta Utara. Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman dan terkendali berkat sinergi Polres Pelabuhan Tanjung Priok bersama Polsek Kawasan Kalibaru.
Seluruh jamaah membubarkan diri dengan tertib tanpa adanya gangguan keamanan, menandai suksesnya pelaksanaan Jakarta Utara Berdzikir dan Bersholawat tahun 2025.











