RADARTERKINI.ID | SURABAYA – Kericuhan sempat terjadi di kawasan Pondok Benowo Indah, Surabaya Barat, pada Minggu malam (7/6). Insiden tersebut diduga dipicu oleh seorang pria pendatang yang berada dalam kondisi mabuk dan melakukan tindakan kekerasan terhadap warga sekitar.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, pria tersebut diduga bertindak agresif dengan memukul orang secara acak di sekitar lokasi kejadian. Aksi itu menimbulkan ketakutan sekaligus kemarahan warga yang berada di sekitar tempat kejadian perkara.
Peristiwa tersebut dengan cepat memancing reaksi emosional masyarakat setempat. Sejumlah pemuda yang berada di lokasi kemudian beramai-ramai mengejar pria yang diduga melakukan pemukulan tersebut. Situasi pun berubah menjadi tegang ketika warga berusaha mengambil tindakan sendiri yang mengarah pada upaya penghakiman sepihak.
Ketegangan semakin meningkat saat beberapa orang yang diduga merupakan rekan pria tersebut datang ke lokasi. Kehadiran mereka disebut-sebut menunjukkan sikap yang menantang sehingga memicu adu emosi antara kedua kelompok dan membuat suasana semakin mencekam.
Beruntung, petugas keamanan dan kepolisian segera tiba di lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Aparat langsung melakukan langkah-langkah pengamanan dengan menenangkan kedua belah pihak, memisahkan kelompok yang terlibat, serta mengendalikan situasi agar tidak berkembang menjadi bentrokan yang lebih besar.
Berkat respons cepat aparat, kondisi di Pondok Benowo Indah akhirnya berhasil dikendalikan. Kericuhan dapat diredam tanpa menimbulkan korban jiwa yang parah maupun kerusakan fasilitas umum dalam skala luas.
Hingga kini, pihak kepolisian maupun instansi terkait belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai identitas pihak yang terlibat, kronologi lengkap kejadian, maupun langkah hukum yang akan ditempuh dalam penanganan kasus tersebut.
Warga diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diminta menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang guna menghindari kesalahpahaman serta penyebaran informasi yang tidak akurat terkait insiden tersebut.













