RADARTERKINI.ID | KEDIRI – Kegiatan napak tilas bertajuk Sirnah Gali dilaksanakan pada Kamis (5/2/2026) oleh para santri pejuang Dzikrul Ghofilin dari Kendung Sememi, Surabaya Barat, dengan menyusuri jejak sejarah para auliya melalui ziarah ke makam Sunan Bakul dan Sunan Kabul di kompleks Makam Auliya Setono Gedong, pusat Kota Kediri, Jawa Timur.
Kegiatan ini diikuti oleh rombongan penggerak Dzikrul Ghofilin yang dipimpin Gus Yunus dan Gus Dimas, bersama jamaah Kendung, BPK Bambang Undaan, serta mendapat pengamanan dari Banser dan Silo wilayah Gresik Raya.
Napak tilas tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para wali serta upaya menanamkan nilai sejarah dan spiritual kepada para santri dan jamaah melalui ziarah, doa bersama, dan dzikir.
Berdasarkan cerita yang berkembang hingga kini, Sunan Bakul dan Sunan Kabul dikenal sebagai auliya yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat. Sunan Bakul merupakan seorang pedagang terkenal pada masanya yang gemar menyisihkan hasil perdagangannya untuk membantu fakir miskin, anak yatim, dan kaum dhuafa.
Sementara itu, Sunan Kabul dikenal sebagai wali yang dikaruniai doa yang maqbul. Setiap doa yang dipanjatkannya diyakini selalu dikabulkan oleh Allah SWT. Semasa hidupnya, Sunan Kabul dikenal ikhlas menolong siapa pun yang membutuhkan tanpa pamrih dan tanpa mengharap imbalan.
Karena keteladanan dan karomah keduanya, makam Sunan Bakul dan Sunan Kabul hingga kini ramai dikunjungi peziarah dari berbagai penjuru Nusantara. Menjelang bulan suci Ramadan, jumlah peziarah biasanya meningkat dan memadati area makam untuk memanjatkan doa, mencari keberkahan, dan meraih ridho Allah SWT.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Napak Tilas Sirnah Gali juga menggelar doa bersama serta pembacaan Dzikrul Ghofilin di area makam. Diharapkan, nilai-nilai sejarah, spiritual, dan keteladanan para wali tetap terjaga dan terus hidup seiring berjalannya waktu.













