RADARTERKINI.ID | GRESIK – Kawasan makam kuno Mbah Buyut Djalaludin di Dusun Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, kembali menjadi pusat perhatian saat Tim Khusus Sirnah Gali melakukan napak tilas, Senin (27/4/2026), untuk mengungkap nilai sejarah dan spiritual yang terkandung di dalamnya.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Jatmiko Didik bersama sejumlah tokoh yang memiliki pemahaman di bidang sejarah dan spiritual, seperti Abah Samsul, Ki Surya Jagat, Yulianto, Gus Pras, dan Mas Guruh Aji. Rombongan datang dengan tujuan menelusuri jejak leluhur sekaligus menggali makna keberadaan makam yang sebelumnya sempat terkubur dan ditemukan kembali oleh seorang tokoh agama terkemuka.
Setibanya di lokasi, tim disambut hangat oleh sosok yang dipercaya sebagai penjaga kawasan, yakni penunggu telaga dan Adi Pati selaku pengawal wilayah tersebut. Dalam suasana khidmat, seluruh rombongan menggelar doa bersama, tawasul, dan istighosah sebagai bentuk penghormatan kepada Mbah Buyut Djalaludin serta para leluhur yang berjasa dalam penyebaran ajaran Islam di tanah Jawa.
Selain kegiatan spiritual, tim juga melakukan penelusuran mendalam melalui pendekatan pengkajian dan perenungan. Dari hasil tersebut, terungkap bahwa Mbah Buyut Djalaludin memiliki hubungan garis keturunan yang terhubung dengan Giri Kedaton, pusat penyebaran Islam yang dipimpin oleh Sunan Giri, salah satu tokoh Wali Songo yang berpengaruh di wilayah pesisir utara Pulau Jawa.
Penemuan ini menjadi alasan kuat mengapa kawasan makam tersebut memiliki aura kesakralan yang kental dan dirasakan oleh para peziarah. Tim pun sepakat bahwa situs ini merupakan warisan berharga yang harus dijaga dan dilestarikan karena menyimpan nilai sejarah, budaya, serta spiritual yang tinggi.
Melalui kegiatan napak tilas ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga peninggalan leluhur sebagai sumber pembelajaran dan teladan bagi generasi masa kini hingga masa depan.













