RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin (MHT Awards) 52-2026 mencatat rekor baru dengan menghimpun sebanyak 770 karya jurnalistik dari tujuh kategori utama. Ajang bergengsi yang diselenggarakan PWI Jaya bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta itu juga menghadirkan kategori khusus bertema “Menyongsong 5 Abad Jakarta” menjelang peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027.
Sebanyak 770 karya tersebut berasal dari berbagai platform media yang dipublikasikan sepanjang periode 1 Juni 2025 hingga 31 Mei 2026. Adapun kategori yang diperlombakan meliputi TV Streaming, TV Terestrial, Teks, Infografis, Radio, Tajuk Rencana, dan Foto.
Rincian karya yang masuk terdiri dari 80 link TV Streaming, 150 link TV Terestrial, 210 link Teks, 40 link Infografis, 5 karya Radio, 25 link Tajuk Rencana, dan 265 link Foto. Seluruh karya tersebut selanjutnya akan dinilai oleh dewan juri yang diketuai Dr. Bagus Sudarmanto bersama sejumlah akademisi dan praktisi media.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, MHT Awards menghadirkan kategori khusus bertajuk “Menyongsong 5 Abad Jakarta”. Kategori tersebut dibuka sebagai bagian dari upaya menyambut usia Jakarta yang ke-500 pada tahun 2027.
Ketua Pelaksana MHT Awards 2026, Arman Suparman, mengatakan kategori khusus itu bertujuan mendorong lahirnya karya jurnalistik yang mampu merekam sejarah, perkembangan, dan masa depan Jakarta secara komprehensif.
“Momentum lima abad Jakarta merupakan peristiwa yang sangat penting. Karena itu, MHT 2026 ingin mendorong lahirnya karya-karya jurnalistik yang mampu merekam perjalanan Jakarta sekaligus memberikan refleksi dan gagasan bagi masa depannya,” ujar Arman, Selasa (2/6).
Mengusung tema “Jurnalisme untuk Jakarta: Merawat Sejarah, Mengawal Masa Depan”, kategori tersebut membuka ruang bagi insan pers untuk menghasilkan karya feature dalam format teks, radio, dan video yang mengangkat sejarah, budaya, identitas kota, pembangunan, transformasi sosial, hingga dinamika masyarakat Jakarta.
Ketua PWI Jaya, Kesit B. Handoyo, menegaskan bahwa peringatan lima abad Jakarta tidak boleh dipandang sekadar sebagai seremoni. Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab untuk mendokumentasikan perjalanan sejarah ibu kota sekaligus mengawal arah perkembangannya.
“Jakarta tidak dibangun dalam sehari. Kota ini memiliki perjalanan panjang, penuh dinamika, perubahan, dan tantangan. Karena itu, melalui Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin 2026, kami ingin mendorong lahirnya karya-karya jurnalistik yang mampu merekam sejarah, mengkritisi perkembangan, sekaligus memberikan harapan dan gagasan untuk Jakarta ke depan,” kata Kesit.
Ia berharap kategori khusus tersebut melahirkan karya jurnalistik yang memiliki kedalaman, daya refleksi, serta nilai dokumentasi yang kuat bagi generasi mendatang.
Dukungan terhadap kategori khusus itu juga datang dari Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta. Dalam audiensi bersama pengurus PWI Jaya, jajaran Diskominfotik menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dinilai sejalan dengan semangat menyongsong 500 tahun Jakarta.
Menurut Arman Suparman, respons positif dari Pemprov DKI menunjukkan bahwa MHT Awards 2026 bukan hanya kompetisi jurnalistik, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif menuju tonggak sejarah lima abad Jakarta.
Kategori “Menyongsong 5 Abad Jakarta” membuka kesempatan bagi peserta untuk mengangkat berbagai isu, mulai dari sejarah Jakarta, pembangunan kota, lingkungan hidup, transportasi, kawasan bersejarah, hingga kehidupan masyarakat urban.
Pendaftaran karya untuk kategori khusus tersebut dibuka sejak 1 Maret hingga 30 Juni 2026. Peserta dapat mengirimkan karya feature teks, radio, dan video dengan kata kunci wajib “Menyongsong 5 Abad Jakarta”. Panitia menyediakan hadiah sebesar Rp10 juta bagi pemenang pertama.
Melalui kategori ini, MHT Awards 2026 diharapkan menjadi ruang refleksi bersama menjelang usia emas Jakarta sekaligus memperkuat peran pers sebagai penjaga memori sejarah dan pengawal masa depan ibu kota.











