HIKMAHBUDHI “Ketuk Pintu” Bupati Tangerang, Soroti Guru Agama, Sampah hingga Banjir

KABUPATEN TANGGERANG — Pengurus Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia

RADARTERKINI.ID | KABUPATEN TANGGERANG — Pengurus Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) melakukan audiensi dengan Bupati Tangerang sebagai bentuk silaturahmi sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap berbagai persoalan di Kabupaten Tangerang.

Audiensi ini membahas sejumlah isu strategis yang mencakup bidang keagamaan, pendidikan, lingkungan, hingga infrastruktur. Dari sisi keagamaan, HIKMAHBUDHI menyoroti kondisi umat Buddha yang mencapai sekitar 80.000 jiwa, namun belum didukung ketersediaan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk pendidikan agama Buddha di sekolah negeri. Saat ini, penyelenggara Buddha bahkan harus merangkap sebagai tenaga pengajar dengan berpindah-pindah sekolah.

Selain itu, sekitar 40 rumah ibadah umat Buddha diketahui belum terdaftar secara resmi akibat kendala administratif. Kondisi ini dinilai membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah agar hak beribadah dapat terpenuhi secara optimal.

Baca Juga :  PWI Jaya Gelar OKK 2025: Cetak Wartawan Beretika dan Berintegritas

Di sektor pendidikan, HIKMAHBUDHI juga mendorong perhatian lebih terhadap Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Sriwijaya yang merupakan satu-satunya perguruan tinggi negeri berbasis keagamaan Buddha di Kabupaten Tangerang. Terlebih, institusi tersebut direncanakan bertransformasi menjadi institut pada tahun ini, sehingga memerlukan dukungan penguatan kelembagaan, sarana prasarana, dan kualitas pendidikan.

Tak hanya itu, persoalan lingkungan juga menjadi sorotan, terutama terkait masalah sampah yang masih kerap ditemukan di berbagai ruas jalan. Kondisi ini dinilai berdampak pada kebersihan serta kesehatan masyarakat.

HIKMAHBUDHI juga menyinggung keberadaan truk tambang yang masih melanggar aturan Peraturan Bupati terkait jalur dan operasional, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan serta merusak infrastruktur. Selain itu, persoalan banjir di sejumlah titik turut dibahas, bahkan HIKMAHBUDHI menyatakan kesiapan untuk terlibat langsung membantu penanganan di lapangan.

Baca Juga :  "Wamenaker Afriansyah Noor Tekankan Perlindungan Hak-Hak Pekerja dalam Pertemuan dengan K-SPSI Garut"

Ketua PC HIKMAHBUDHI Tangerang Selatan, Trio Anggara, menegaskan bahwa audiensi ini merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap daerah asalnya. Ia menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga siap menjadi bagian dari solusi.

Senada, Ketua PC HIKMAHBUDHI Kabupaten Tangerang, Wahyu Triyono, berharap seluruh aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh pemerintah daerah, mulai dari kebutuhan guru agama Buddha, legalitas rumah ibadah, hingga persoalan lingkungan dan infrastruktur.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Tangerang menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan dan menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti isu-isu tersebut secara serius.

Baca Juga :  Berbagi Kebahagiaan, PN Jakbar Gelar Public Campaign Menuju Zona Integritas WBK dan WBBM

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan guna mewujudkan Kabupaten Tangerang yang lebih tertata, inklusif, dan berkeadilan.