RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Isu rotasi besar-besaran di tubuh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mulai mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan birokrasi dan publik. Salah satu posisi strategis yang disebut-sebut akan mengalami pergantian adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai, yang saat ini dijabat oleh Askolani.
Menanggapi kabar tersebut, Askolani memilih untuk tidak memberikan banyak komentar. Saat ditemui di Gedung DPR RI pada Senin (19/5/2025), ia mengaku tidak mengetahui adanya rencana pergantian terhadap dirinya.
“Nggak tahu saya,” ujarnya singkat kepada awak media.
Jabatan yang diemban Askolani sejak 12 Maret 2021 itu kini dikabarkan akan diisi oleh figur militer yang cukup dikenal, yakni Letnan Jenderal (Letjen) TNI Djaka Budi Utama. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa Djaka merupakan salah satu kandidat kuat yang sedang dipertimbangkan untuk posisi Dirjen Bea dan Cukai.
Letjen Djaka Budi Utama saat ini menjabat sebagai Sekretaris Utama di Badan Intelijen Negara (BIN) sejak Oktober 2024. Sebelumnya, jebolan Kopassus angkatan 1990 ini pernah menduduki sejumlah jabatan penting, antara lain Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan (2023–2024) dan Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri di Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) pada periode 2021–2023.
Isu ini menambah panas suhu internal Kemenkeu, di tengah sorotan publik terhadap berbagai dinamika kebijakan dan pengelolaan fiskal nasional. Meskipun belum ada pernyataan resmi dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait rotasi tersebut, sejumlah sumber internal menyebut keputusan final kemungkinan akan diumumkan dalam waktu dekat.
Sementara itu, ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya menempati posisi baru di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Askolani pun menyatakan belum mendapatkan informasi apapun.
“Belum tahu juga soal itu,” katanya.
Jika benar Letjen Djaka ditunjuk menggantikan posisi Askolani, ini akan menjadi langkah strategis dan tidak biasa, mengingat posisi Dirjen Bea dan Cukai selama ini lebih banyak diisi oleh pejabat karier dari kalangan sipil.
Publik pun kini menanti kepastian kabar ini, yang diprediksi bakal mengguncang struktur birokrasi di Kemenkeu dan mempertegas arah baru dalam penegakan integritas di bidang kepabeanan dan cukai.











