RADRTERKINI ID | JAKARTA — Olahraga berkuda ketangkasan di Indonesia tengah menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Untuk pertama kalinya, cabang equestrian ditargetkan mampu menyumbangkan medali pada Asian Games 2026 yang akan digelar September mendatang di Nagoya, Jepang.
Ketua Harian PP Pordasi, Mohammad Chaidir Saddak, mengungkapkan bahwa saat ini para rider terbaik Indonesia sedang menjalani berbagai kompetisi internasional di Eropa sebagai bagian dari proses seleksi menuju ajang tersebut.
“Saat ini rider-rider terbaik kita tengah mengikuti berbagai event di Eropa. Tentu yang memenuhi standar atau kriteria yang akan ditampilkan di Nagoya,” ujar Chaidir Saddak di The Hub Indonesia, Cibubur, Minggu (12/4).
Ia menyampaikan hal tersebut di sela gelaran Patriot Equifest & Kartini Cup 2026. Dalam kesempatan itu, ia juga memantau langsung performa atlet Indonesia yang berlaga di Spanyol melalui siaran langsung.
Sejumlah rider yang tampil antara lain Brayen Brata-Coolen, Dirga Wira Ramadan Saputra, Arsal Rizky Brayuda, Marco Wowiling, dan Raymen Kaunang. Mereka merupakan kombinasi atlet senior dan junior yang tengah dipersiapkan untuk level internasional.
“Arsal mampu menunjukkan peningkatan dengan menembus peringkat empat di kelas 140–145 cm. Ini menjadi sinyal positif bagi kekuatan tim kita,” ungkapnya.
Chaidir menyebutkan, terdapat sekitar 15 rider yang berpeluang memperkuat tim equestrian Indonesia di Asian Games 2026. Namun, hanya atlet yang lolos kualifikasi dan memenuhi standar internasional yang akan diberangkatkan.
Menurutnya, partisipasi aktif dalam berbagai kejuaraan di Eropa menjadi faktor penting dalam penilaian performa dan kesiapan atlet. Indonesia sendiri berencana menurunkan kekuatan terbaik di tiga nomor utama, yakni dressage, show jumping, dan eventing.
Sebelumnya, pada SEA Games 2025 di Thailand, tim equestrian Indonesia berhasil meraih enam medali dengan komposisi dua emas, dua perak, dan dua perunggu. Medali tersebut diraih dari nomor perorangan dan beregu show jumping oleh Brayen Nathan Brata-Coolen, Arserl Rizki Brayudha, Raymen Kaunang, dan Dirga Wira Ramadan Saputra.
Equestrian merupakan satu dari empat disiplin olahraga berkuda yang berada di bawah naungan PP Pordasi, selain pacuan, polo, dan berkuda memanah.
Perkembangan pesat ini tidak lepas dari harmonisasi kepengurusan PP Pordasi periode 2024–2028 di bawah kepemimpinan Aryo PS Djojohadikusumo. Sejumlah program strategis telah dirumuskan, mulai dari pengembangan Kuda Pacu Indonesia (KPI), penyelenggaraan kejuaraan internasional, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga berkuda.
“Kami juga terus memperkuat posisi di tingkat global dengan menjalin kerja sama bersama berbagai federasi internasional. Dampaknya, semakin banyak rider Indonesia yang tampil di panggung internasional, khususnya di Eropa,” jelas Chaidir.
Selain itu, pertumbuhan klub berkuda di Indonesia juga menunjukkan tren positif. Saat ini, terdapat sekitar 150 stable yang tersebar di berbagai daerah dan sebagian besar aktif melakukan pembinaan atlet.
Sepanjang tahun 2026, PP Pordasi telah merancang sekitar 40 kompetisi guna mendorong peningkatan prestasi atlet, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Hal senada disampaikan rider senior sekaligus mantan Ketua Equestrian Indonesia, Jose Rizal Partokusumo. Ia menilai kondisi olahraga berkuda nasional saat ini berada dalam tren yang sangat positif.
“Berkuda Indonesia sedang baik-baik saja. Semua disiplin berkembang signifikan. Klub-klub terus tumbuh, baik yang lama maupun yang baru,” ujarnya.











