Dokter Spesialis Ini Pilih Merajut untuk Redam Penat

Seorang dokter spesialis, Zuhria Novianty, menemukan cara unik dalam menjaga keseimbangan hidup di tengah kesibukan profesinya, yakni melalui seni merajut yang telah ia tekuni sejak kecil.

RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Seorang dokter spesialis, Zuhria Novianty, menemukan cara unik dalam menjaga keseimbangan hidup di tengah kesibukan profesinya, yakni melalui seni merajut yang telah ia tekuni sejak kecil.

Zuhria dikenal memiliki ketertarikan pada dunia keterampilan tangan sejak usia dini. Lingkungan keluarga yang kreatif membentuk kebiasaannya dalam mengeksplorasi berbagai kerajinan, mulai dari membuat paper bag, menjahit, hingga merajut. Meski saat itu akses belajar terbatas, hal tersebut justru menumbuhkan kemandirian dan rasa ingin tahunya.

Ketika memasuki jenjang pendidikan tinggi, minatnya terhadap dunia mode dan kreativitas sempat menguat. Namun, ia akhirnya memilih jalur kedokteran sebagai jalan hidupnya. Keputusan tersebut menuntut komitmen penuh hingga membawanya menjadi seorang dokter spesialis.

Baca Juga :  Bang Jasri Bersih-Bersih Masjid di Priok, 60 Personel Turun Langsung Sambut Ramadhan 1447 H

Dalam perjalanannya, Zuhria juga menjalani peran sebagai istri dari Benu Supriyantoko dan seorang ibu. Kesibukan yang padat membuat hobi yang dulu ia cintai sempat terabaikan karena fokus pada tanggung jawab keluarga dan profesi.

Perubahan terjadi setelah ia menyelesaikan pendidikan spesialis. Zuhria mulai kembali mencari keseimbangan hidup dan menjadikan merajut sebagai aktivitas yang dapat dilakukan di sela waktu luang tanpa mengganggu pekerjaannya.

Baca Juga :  Forkopimko Jakarta Utara Solid Amankan Nataru, Cuaca Ekstrem hingga Terorisme Diantisipasi

Menurutnya, merajut bukan sekadar hobi, melainkan cara untuk merawat diri. Setiap simpul benang yang dirangkai memberikan ketenangan, sekaligus kepuasan tersendiri saat karya yang dibuat mulai terbentuk.

Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa passion yang tumbuh sejak kecil tidak pernah benar-benar hilang. Aktivitas sederhana seperti merajut mampu menjadi ruang refleksi sekaligus menjaga keseimbangan di tengah tuntutan hidup yang terus berjalan.