MOJOKERTO–SURABAYA | RADARTERKINI.ID – Kepala Perwakilan media online radarterkini.id wilayah Jawa Timur, Didik Djatmiko, memimpin kegiatan wisata religi dan napak tilas sejarah dengan menelusuri situs-situs penting peninggalan Kerajaan Majapahit hingga kawasan Wisata Religi Makam Syekh Jumadil Qubro di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, pada Minggu (28/12/2025).
Kegiatan yang mengusung nilai edukasi sejarah dan spiritual ini diikuti oleh keluarga besar radarterkini.id, termasuk Ketua Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Erfan Pratama, bersama istrinya Indah Aurelya Zahra yang juga menjabat sebagai Kepala Biro radarterkini.id Jakarta Timur serta reporter aktif. Turut hadir pula kedua putra mereka, Farel Naufal Rabbani dan Rafael Dwi Arya Khalfani, pendekar cilik Perguruan Sanggar Sinlamba Batavia, peraih Juara 2 FBJP ke-1.
Rangkaian wisata religi diawali dengan kunjungan ke Candi Brahu, salah satu candi utama peninggalan Kerajaan Majapahit yang berada di kawasan Trowulan. Selanjutnya rombongan melanjutkan perjalanan ke Situs Buddha Tidur dan Situs Triloyo, kawasan pemakaman kuno yang memiliki nilai historis dan spiritual tinggi, sebelum akhirnya menutup agenda di kompleks Wisata Religi Makam Syekh Jumadil Qubro.
Pantauan langsung reporter di lokasi, kawasan Makam Syekh Jumadil Qubro tampak ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Kompleks wisata religi ini dikenal sebagai salah satu pusat ziarah penting di Jawa Timur, yang di dalamnya terdapat makam para ulama dan tokoh penyebar Islam, di antaranya Sunan Ngudung, Raden Kumdowo, Ki Ageng Surgi, hingga Mbah Notosuryo (Makam Tujuh). Area ziarah juga telah dilengkapi denah jalur makam guna memudahkan pengunjung.
Didik Djatmiko yang juga dikenal sebagai Ketua Napak Tilas Sirna Galih Morowudi, Cerme, Kabupaten Gresik, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menggali, merawat, dan mewariskan nilai sejarah serta spiritual Nusantara kepada generasi penerus. Kegiatan ini sekaligus mempererat silaturahmi keluarga, mengingat Didik Djatmiko merupakan adik kandung dari Indah Aurelya Zahra.
Sementara itu, Erfan Pratama menyampaikan bahwa wisata religi ini bukan sekadar perjalanan, tetapi sarana pembelajaran sejarah dan pembentukan karakter. “Melalui ziarah dan napak tilas sejarah, kita ingin menanamkan kecintaan terhadap bangsa, nilai spiritual, serta kebersamaan keluarga, khususnya bagi anak-anak,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, radarterkini.id menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan konten jurnalistik yang edukatif, informatif, dan berakar pada nilai sejarah, budaya, serta religi sebagai bagian dari identitas dan jati diri bangsa Indonesia.













