RADARTERKINI.ID | GRESIK — Tim Napak Tilas Sirnah Gali menyusuri jejak sejarah leluhur yang terlupakan melalui kegiatan napak tilas ke makam kuno Putri Condro Winoto pada Jumat sore, 12 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian nilai-nilai sejarah dan warisan budaya peninggalan masa Majapahit.
Didampingi warga setempat dan dipandu oleh Gus Ali, tim bergerak menuju lokasi makam yang berada di kawasan Juwet, Desa Sembung, Kecamatan Weringinanom, Kabupaten Gresik. Perjalanan menuju lokasi terbilang menantang karena harus melewati jalur perbukitan dan jalan kapur dengan kondisi yang cukup sulit dilalui. Meski demikian, semangat dan kepedulian terhadap sejarah leluhur mengantarkan tim hingga tiba di kawasan Bukit Puting.
Untuk mencapai area makam, tim harus menaiki perbukitan serta sekitar 55 anak tangga. Di puncak Bukit Puting tersebut terdapat sebuah makam kuno yang oleh masyarakat setempat diyakini sebagai makam Putri Condro Winoto. Makam ini hingga kini masih dijaga dan dilestarikan secara turun-temurun oleh warga sekitar.
Putri Condro Winoto diyakini sebagai salah satu keturunan keluarga Kerajaan Majapahit pada masa Raja Brawijaya V. Berbeda dengan Putri Kencono Wungu yang makamnya berada di kawasan Troloyo, Trowulan, Jawa Timur, makam Putri Condro Winoto di Gresik memiliki nilai sejarah tersendiri dan menjadi bagian dari jejak penyebaran keturunan Majapahit.
Makam kuno tersebut kerap diziarahi oleh masyarakat dari berbagai kalangan untuk berdoa dan memanjatkan harapan. Suasana alam yang sejuk, asri, dan tenang di kawasan Bukit Puting memberikan keteduhan batin bagi para peziarah yang datang.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Tim Napak Tilas Sirnah Gali menggelar doa bersama di area makam. Doa dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta permohonan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, agar nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal tetap terjaga dan tidak sirna ditelan zaman.













