RADARTERKINI.ID | BANDUNG – Ketahanan siber menjadi sorotan utama Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI) dalam seminar nasional bertema “Membangun Ketahanan Siber di Era Digital Banking” yang digelar di Menara Bank BJB, pada Kamis (22/5/2025) di Bandung.
Acara yang dihadiri 47 komisaris dari 27 BPD se-Indonesia ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antar lembaga dalam menghadapi ancaman siber yang makin kompleks dan canggih. Seminar ini menjadi forum strategis bagi para pengambil kebijakan di sektor perbankan daerah untuk menyusun langkah konkret menjaga integritas sistem keuangan digital.
Prof. Dr. Bahrullah Akbar, M.B.A., yang bertindak sebagai moderator seminar, menyampaikan urgensi penguatan sistem pertahanan siber untuk melindungi aset bank dan data nasabah dari serangan digital. Ia menekankan pentingnya kerja sama erat antara BPD, OJK, BI, dan Kemendagri guna membangun sistem perlindungan yang adaptif dan efisien.
Ruby Alamsyah, CEO PT Digital Forensik Indonesia, dalam paparannya mengungkapkan bahwa meski regulasi seperti POJK dan SEOJK telah tersedia, tantangan utama terletak pada keterbatasan infrastruktur dan anggaran IT di banyak BPD. Ia menekankan pentingnya integrasi sistem antara core banking, vendor, switcher, dan layanan BI Fast sebagai langkah mitigasi menyeluruh terhadap potensi serangan digital.
“Keamanan siber bukan pekerjaan satu bank saja. Harus ada kolaborasi antarlembaga dan penguatan SDM agar pertahanan siber BPD dapat berjalan optimal,” tegas Ruby.
Dr. Cahyana Ahmadijaya, mantan Dirjen Bina Pemerintahan Desa dan kini konsultan senior FDI, juga menambahkan pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam membangun ketahanan digital nasional, terutama dalam sistem keuangan daerah yang rentan.
Tidak hanya itu, dalam Welcoming Party yang digelar sehari sebelumnya, Dirut Bank BJB membuka ruang kolaborasi inovasi antar-BPD. Komisaris Bank BJB, Komjen Tomsi Tohir, bersama Rudi Kusmayadi, turut mendukung sinergi antaranggota FKDK BPDSI dan Asbanda untuk efisiensi dan pertukaran praktik terbaik dalam dunia perbankan digital.
Pejabat sementara Ketua Umum FKDK BPDSI, Nadjib Bachmid, menegaskan bahwa forum ini akan terus aktif mendorong transformasi digital yang aman bagi seluruh BPD.
“Intinya, sinergi BPD seluruh Indonesia sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan dan ancaman digital dalam dunia perbankan nasional,” tutup Nadjib yang juga Komisaris BPD Maluku Utara.











