RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Dalam rangka menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di kawasan vital Pelabuhan Tanjung Priok, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggelar Patroli Skala Besar Cipkon sebagai bagian dari Operasi Berantas Jaya 2025, pada Minggu (18/5/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengantisipasi gangguan kamtibmas dan memberantas tindakan kriminal seperti premanisme dan pungutan liar (pungli) yang meresahkan masyarakat.
Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok, KOMPOL Dr. Budi Santoso, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa patroli ini dilaksanakan secara serentak oleh seluruh jajaran Polsek untuk menciptakan situasi yang aman dan tertib, khususnya di lingkungan pelabuhan yang menjadi nadi ekonomi nasional.
“Patroli ini untuk memastikan keamanan kegiatan kepelabuhanan yang padat, sekaligus sebagai tindakan preventif terhadap tindak pidana dan kejahatan jalanan,” ujarnya.
Kegiatan patroli juga melibatkan sejumlah stakeholder pelabuhan, seperti PFSO PT Pelindo Regional 2, serta petugas Satpam. Adapun rute patroli meliputi area Obyek Vital Nasional seperti PT Indonesia Power, Terminal Nusantara Pura 2 Pelni, JICT 1, dan PT Vopak Terminal Jakarta.
Dalam pelaksanaannya, petugas turut memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat serta pekerja pelabuhan agar turut serta menjaga keamanan lingkungan. Pos-pos keamanan diharapkan menjadi pusat informasi, komunikasi, dan penguatan solidaritas antara masyarakat dan aparat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Maka dari itu, kami harap masyarakat lebih aktif melapor jika melihat tindakan mencurigakan,” kata KOMPOL Budi.
Polres Tanjung Priok juga menyediakan layanan pengaduan cepat melalui Hotline Center 110 (bebas pulsa), serta WhatsApp di 08139911160. Masyarakat juga dipersilakan melapor langsung ke kantor polisi terdekat.
Dengan kegiatan ini, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat dan memastikan Pelabuhan Tanjung Priok tetap aman, kondusif, dan bebas dari kriminalitas.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab kami agar masyarakat merasa aman dalam beraktivitas. Keamanan lingkungan harus dijaga bersama agar pelabuhan tetap menjadi zona hijau dari tindakan kriminal,” tutup KOMPOL Budi.













