Dua Oknum Polsek Duduksampeyan Diperiksa Propam Usai Diamuk Warga

Dua oknum polisi dari jajaran Polsek Duduksampeyan, Polres Gresik, nyaris menjadi sasaran amukan warga di Desa Petung, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, pada Minggu (16/8/2026) malam.

RADARTERKINI.ID | GRESIK — Dua oknum polisi dari jajaran Polsek Duduksampeyan, Polres Gresik, nyaris menjadi sasaran amukan warga di Desa Petung, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, pada Minggu (16/8/2026) malam.

Kedua petugas yang berinisial P dan D tersebut diduga meminta uang damai kepada sejumlah warga yang dituding terlibat jaringan perjudian daring. Nilai uang yang diminta disebut mencapai puluhan juta rupiah untuk setiap orang.

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 19.30 WIB ketika kedua oknum polisi mendatangi rumah seorang warga. Sebelumnya, keduanya disebut telah melakukan hal serupa terhadap tiga warga lainnya. Aksi tersebut kemudian diketahui dan diikuti oleh warga setempat.

Baca Juga :  Progres Perbaikan Gerbang Tol Dalkot Jakarta yang Sempat Picu Macet Parah

Keluarga warga yang diduga menjadi korban selanjutnya mengajak kedua oknum polisi tersebut untuk melakukan mediasi di Balai Desa Petung.

Namun, sesampainya di lokasi, situasi justru memanas. Warga yang telah berkumpul mengepung kedua petugas dan meluapkan kemarahannya hingga terjadi aksi kekerasan terhadap keduanya.

Beruntung, bantuan personel kepolisian segera tiba di lokasi. Kedua oknum tersebut kemudian berhasil diamankan dari amukan massa untuk mencegah situasi semakin memburuk.

Baca Juga :  Polda Metro dan Kodam Jaya Olahraga Bareng, Jaga Sinergitas hingga Stamina

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, kedua oknum polisi kini telah diamankan di Markas Polres Gresik untuk menjalani pemeriksaan oleh Propam.

“Sudah diproses Propam, langsung diselidiki,” ujar Arya singkat.

Pemeriksaan Propam dilakukan untuk mengusut dugaan permintaan uang damai tersebut sekaligus memastikan fakta dan keterlibatan kedua oknum polisi dalam peristiwa yang memicu kemarahan warga Desa Petung.