MOJOKERTO | RADARTERKINI.ID Perjalanan spiritual para Bhante Thudong dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2026 masih berlangsung di wilayah Mojokerto dan Jombang, Jawa Timur. Tradisi berjalan kaki ribuan kilometer tersebut menjadi simbol keteguhan iman sekaligus pesan perdamaian yang menyentuh masyarakat di sepanjang perjalanan.
Para Bhante menjalani ritual Thudong dengan berjalan kaki melintasi berbagai daerah tanpa mengeluh meski harus menghadapi panas matahari dan medan perjalanan yang melelahkan. Perjalanan suci itu dilakukan sebagai bentuk pengorbanan dan latihan spiritual menyambut perayaan Waisak.
Saat melintas di kawasan Candi Brahu, Trowulan, Mojokerto, suasana haru begitu terasa. Lokasi bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit itu dipenuhi masyarakat yang datang untuk menyambut kedatangan para Bhante dengan penuh hormat dan ketulusan.
Warga dari berbagai latar belakang agama dan suku tampak memberikan dukungan berupa air minum, makanan ringan, hingga semangat kepada para Bhante. Momen tersebut memperlihatkan indahnya toleransi dan kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju wilayah Jombang sebelum nantinya menuju tujuan utama, yakni Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, untuk mengikuti rangkaian Hari Raya Waisak 2026.
Meski perjalanan belum mencapai garis akhir, semangat para Bhante tetap terpancar melalui langkah-langkah tenang penuh kedamaian. Tradisi Thudong pun menjadi pengingat bahwa nilai kasih sayang, ketulusan, dan persatuan mampu menyatukan hati banyak orang di tengah keberagaman Indonesia.











