Disulap Jadi Fotomodel, Aksi Alumni SMAN IX Bulungan Ini Viral

Alumni kelas 2 IPA 3 SMAN IX Bulungan, Jakarta Selatan, kembali mencuri perhatian lewat kegiatan unik yang digagas Roy Genggam Nusantoro. S

RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Alumni kelas 2 IPA 3 SMAN IX Bulungan, Jakarta Selatan, kembali mencuri perhatian lewat kegiatan unik yang digagas Roy Genggam Nusantoro. Sebanyak 11 alumni angkatan 1978 yang tergabung dalam “Dupaties” tampil percaya diri menjadi fotomodel dadakan dalam sesi pemotretan santai di Genggam Studio, kawasan Cireundeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Sabtu (18/4).

Roy Genggam Nusantoro, pemilik studio sekaligus alumni SMAN IX era 1980-an yang menempuh pendidikan sinematografi di IKJ, sukses “menyulap” rekan-rekannya menjadi tampil penuh gaya di depan kamera. Dengan sentuhan profesional, Roy melibatkan timnya, termasuk Make Up Artist Jimmy Martha, untuk mendandani para peserta seperti Saraswati, Nina Bancroft, Aisyiatul Islamiyah, Linda Silitonga, hingga Dewi Rosanti.

Baca Juga :  Curanmor Siang Bolong di Rawamangun Terekam CCTV, Warga Resah

Kegiatan ini tidak sekadar pemotretan biasa. Suasana hangat dan penuh keakraban terasa sejak pagi hingga siang hari. Roy bahkan turut memanjakan sahabat-sahabatnya dengan sajian makanan, mulai dari bubur ayam hingga hidangan lainnya yang tersaji tepat waktu.

“Istimewa pokoknya,” ujar Lajuanda, ketua kelas 2 IPA 3 tahun 1978, yang kini berusia 65 tahun.

Kesan mendalam juga disampaikan Saraswati yang mengaku selalu terkesan setiap kali berkunjung ke studio Roy. Ia melihat langsung dedikasi tinggi Roy dalam bekerja, meskipun sesi pemotretan tersebut bersifat non-komersial.

“Saya ikut terharu dengan hasil karyanya. Roy sangat profesional dan totalitas,” ungkap Saraswati.

Roy pun memperlihatkan koleksi kameranya, termasuk kamera edisi terbatas yang menambah kekaguman para sahabatnya. Bagi Saraswati, satu kata yang tepat untuk menggambarkan Roy adalah “profesional”.

Baca Juga :  Perpadi Dukung Pemerintah dalam Mensukseskan Swasembada Pangan

Menurut Roy, kegiatan ini memang sengaja digelar untuk menghidupkan kembali kebersamaan, terutama karena salah satu rekan mereka, Nina Bancroft, tengah berada di Indonesia. Nina, yang telah 23 tahun menetap di Cornwall, Ontario, Kanada, memanfaatkan momen ini untuk reuni sebelum kembali ke Kanada pada 23 April mendatang.

Kisah Nina juga menarik perhatian. Ia pernah bekerja sebagai pengemudi bus sekolah dengan lisensi khusus di Kanada, menghadapi tantangan berat seperti suhu ekstrem hingga minus 25 derajat Celsius dan badai salju. Kini, Nina tidak lagi bekerja dan memilih fokus pada pengelolaan properti.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Nina juga menyempatkan diri berwisata ke Yogyakarta serta berkumpul dengan keluarga dan sahabat lamanya.

Baca Juga :  Dewan Pers Saksikan Penandatanganan Panitia Bersama Kongres Persatuan PWI

Pertemuan hangat penuh cerita ini menjadi bukti bahwa persahabatan lintas puluhan tahun tetap bisa terjaga, bahkan dikemas dalam kegiatan kreatif yang tak terlupakan.