Gubernur Pramono Turun Tangan Berantas Ikan Sapu-Sapu di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri langsung kegiatan Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jalan Janur Elok VI, Blok QD 9, RT 09, RW 06, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (17/4).

RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri langsung kegiatan Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jalan Janur Elok VI, Blok QD 9, RT 09, RW 06, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (17/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat pengerukan, pembersihan sungai dan saluran, serta pemulihan ekosistem perairan di ibu kota.

Siapa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Gubernur Pramono Anung bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta, masyarakat, serta sejumlah pejabat, di antaranya Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut Mayjen TNI (Mar) Harry Indarto, Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat, dan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Haeru Rahayu.

Baca Juga :  Makam Kiai Sedo Masjid di Depan Tugu Pahlawan Surabaya, Jejak Ulama Pejuang yang Terlupakan

Apa yang dilakukan adalah operasi penangkapan ikan sapu-sapu, spesies invasif yang kini mendominasi perairan Jakarta. Gubernur Pramono menyebutkan, populasi ikan tersebut telah mencapai sekitar 80 hingga 90 persen dari total biota air di sejumlah wilayah.

Kapan kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026, sebagai bagian dari program berkelanjutan penanganan ekosistem sungai di Jakarta.

Di mana operasi ini tidak hanya dilakukan di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, tetapi juga secara serentak di lima wilayah, yakni Kali Anak TSI di Kelurahan Duri Kosambi, Jakarta Barat; Kali Cideng, Jakarta Pusat; Pintu Air Outlet Setu Babakan, Jakarta Selatan; serta Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Jakarta Timur.

Baca Juga :  Aparat Gabungan Tertibkan Puluhan Atribut Ormas dan Jukir Liar di Grogol Petamburan

Mengapa operasi ini dilakukan karena keberadaan ikan sapu-sapu dinilai telah mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Selain mendominasi populasi, ikan tersebut berpotensi merusak bantaran atau turap sungai, mengganggu habitat alami, serta merusak struktur dasar sungai akibat kebiasaannya menggali.

Bagaimana pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dengan penangkapan langsung di lapangan. Seluruh hasil tangkapan kemudian ditangani sesuai prosedur, yakni dimatikan dan dikubur secara higienis di lokasi yang telah ditentukan agar tidak kembali ke perairan, tidak diperjualbelikan, serta dapat dimanfaatkan sebagai kompos alami.

Gubernur Pramono menegaskan, operasi ini merupakan langkah berkelanjutan dalam pemulihan perairan Jakarta, mulai dari penanganan cepat di lapangan, pengendalian berkala, perbaikan kualitas air, hingga pemulihan permanen ekosistem sungai dan saluran di ibu kota.