RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 yang digelar di Serang pada 9 Februari 2026 masih menyisakan gaung apresiasi dari berbagai kalangan. Meski telah berlalu beberapa hari, ucapan selamat dan refleksi atas peran strategis pers terus mengalir, baik dari unsur pemerintah maupun non-pemerintah.
HPN yang setiap tahun diperingati pada 9 Februari menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen insan pers terhadap profesionalisme, integritas, serta tanggung jawab sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada usia ke-80 tahun, peringatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi juga menjadi ruang evaluasi atas tantangan dunia jurnalistik di tengah dinamika arus informasi yang semakin kompleks.
Di tengah suasana reflektif tersebut, perhatian juga tertuju pada momen personal di lingkungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta Timur. Tiga hari setelah peringatan HPN, Ketua Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Erfan Pratama, genap berusia 41 tahun pada Kamis, 12 Februari 2026.
Sekretaris Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Fahmy Nurdin, menilai terdapat irisan makna antara peringatan HPN dan pertambahan usia Ketua Pokja.
“Lahirnya Hari Pers Nasional terpaut 39 tahun dengan hari lahir Ketua Erfan. Ini tentu menjadi refleksi tersendiri, bahwa perjalanan usia juga harus selaras dengan perjalanan pengabdian kepada dunia pers,” ujar Fahmy dalam pesan singkatnya, Kamis (12/2/2026).
Ucapan tersebut turut diketahui Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Yogi Sudarsono, SH, MH, yang merespons singkat, “Selamat ulang tahun mas.”
Dukungan dan doa juga datang dari berbagai kalangan. Kasatpol PP Kota Administrasi Jakarta Utara, Budhy Novian, menyampaikan harapan agar usia ke-41 menjadi simbol kematangan dan kebermanfaatan.
“Usia 41 bukan hanya tentang angka 40 dan 1, tetapi tentang kiprah dan kebermanfaatan untuk sesama atas waktu yang telah dilewati. Saya doakan sahabatku selalu diberikan panjang umur dalam takwa, makin matang dalam kedewasaan, sehat, bijaksana, dan selalu diberikan keberkahan dalam kehidupan bersama keluarga tercinta,” tulisnya.
Dari kalangan tokoh agama, Ustadz Muhammad Nabawi, pendakwah asal Belawan, turut menyampaikan doa bernuansa religius. “Yaumul Milad, Barakallah Fii Umrik. Semoga Allah Azza Wa Jalla memberikan keberkahan pada usia dan pengabdian,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. JU yang dikenal sebagai penemu hak cipta, dalam momentum HPN ke-80 juga mengingatkan seluruh insan pers agar terus menjaga semangat perjuangan melalui karya jurnalistik yang sehat dan berintegritas.
“Selamat Hari Pers Nasional teman-teman persku. Semoga selalu tinggi perjuangan untuk mendapatkan peradaban dunia yang lebih baik, tentunya sehat selalu dan jangan lupa sejahtera,” ujarnya, seraya
menyampaikan ucapan khusus kepada Erfan Pratama agar semakin kuat dalam mengemban amanah.
Ucapan selamat turut disampaikan Agus, pelaku usaha yang aktif menjalin kemitraan dengan insan pers di wilayah Jakarta Timur. Ia berharap Ketua Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan kesuksesan dalam menjalankan tugas organisasi.
Pertemuan dua momentum, HPN ke-80 dan pertambahan usia ke-41, menjadi refleksi simbolik tentang kesinambungan antara pengalaman, tanggung jawab, dan pengabdian profesi.
Di tengah arus digitalisasi, disrupsi informasi, serta tantangan etika jurnalistik, peran wartawan semakin dituntut profesional dan berimbang. Sebagai mitra kerja institusi penegak hukum, Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur memiliki peran strategis dalam memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat, berimbang, dan tidak menyesatkan.
Sinergi antara pers dan aparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi serta kepercayaan publik. Dengan semangat HPN yang masih terasa, berbagai kalangan berharap insan pers, khususnya di Jakarta Timur, terus menjaga marwah profesi serta konsistensi dalam mengawal demokrasi dan keadilan.











