Pasien Autoimun di RS PON Jakarta Butuh Perhatian Pemerintah dan Solidaritas Publik

Avatar photo
Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Jakarta.

RADARTERKINI ID | JAKARTA – Keluarga pasien Muhammad Satria Bismillah memohon perhatian pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas kondisi medis serius yang tengah dihadapi anggota keluarganya yang kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Jakarta.

Muhammad Satria Bismillah dirawat akibat penyakit autoimun langka Transversus Myelitis, yaitu peradangan pada sumsum tulang belakang yang dapat menyebabkan gangguan saraf berat dan membutuhkan penanganan khusus, pemantauan berkelanjutan, serta dukungan multidisipliner.

Penanganan dilakukan di RS PON Jakarta yang merupakan rumah sakit rujukan nasional di bidang saraf dan otak.

Keluarga menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan medis yang telah diberikan oleh tim dokter dan tenaga kesehatan RS PON Jakarta yang dinilai sudah berjalan sesuai standar. Namun, proses perawatan jangka panjang yang harus dijalani turut membawa dampak psikologis dan sosial bagi keluarga yang terus mendampingi pasien.

Baca Juga :  Syarat Rekrutmen PPSU Harus Ber- KTP Jakarta

Melalui siaran pers yang disampaikan di Jakarta, keluarga berharap pemerintah dapat melihat langsung kondisi pasien sebagai bentuk komitmen negara dalam menjamin perlindungan kesehatan warganya, khususnya bagi penderita penyakit berat yang memerlukan perawatan berkepanjangan.

Selain mengharapkan perhatian pemerintah, keluarga juga membuka ruang partisipasi publik bagi masyarakat yang ingin memberikan dukungan kemanusiaan secara sukarela. Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu kebutuhan pendampingan dan keberlangsungan proses perawatan pasien.

Baca Juga :  Ingat, Deadline MHT Award 2025 Tinggal 3 Hari Lagi! Ribuan Jurnalis Siap Berebut Penghargaan Bergengsi
Muhammad Satria Bismillah dirawat akibat penyakit autoimun langka Transversus Myelitis, yaitu peradangan pada sumsum tulang belakang yang dapat menyebabkan gangguan saraf berat dan membutuhkan penanganan khusus, pemantauan

“Kami tidak bermaksud meminta belas kasihan. Ini adalah bentuk keterbukaan dan semangat gotong royong. Dukungan apa pun bersifat sukarela, dan kami sangat mengutamakan doa serta dukungan moral,” ujar perwakilan keluarga.

Bagi masyarakat yang ingin membantu, dukungan dapat disalurkan melalui rekening orang tua pasien atas nama Agung Teguh Nugroho di Bank BCA nomor 0678120041, atau diberikan langsung kepada keluarga pasien di RS PON Jakarta dengan tetap mengikuti ketentuan rumah sakit.

Keluarga berharap kepedulian berbagai pihak dapat menjadi energi positif bagi proses pemulihan pasien sekaligus memperkuat nilai solidaritas sosial dalam sistem kesehatan nasional.

Sebagai informasi, RS PON Jakarta merupakan rumah sakit rujukan nasional dengan kompetensi khusus di bidang saraf dan otak yang menjalankan pelayanan kesehatan sesuai standar medis dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Penulis: Aurelya Editor: Tama