Banjir Berulang Terjang Cakung Barat, Embung Masih Menunggu Kepastian

Avatar photo
Foto: (kanan) Lusimin (48), Sekretaris RT 02 RW 07 yang juga mewakili suara warga. (kiri) Ketua RT 02 RW 07 Kelurahan Cakung Barat, Ahmad Nur, yang akrab disapa Enung, usai wawancara di kediamannya di Jalan Tipar Cakung, Senin malam (26/1/2026). (Dok-Istimewa)

RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta Timur dalam beberapa hari terakhir kembali memicu banjir di Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung. Sejumlah lingkungan dilaporkan terendam, dengan ketinggian air di beberapa titik mencapai sekitar satu meter atau setara pinggang orang dewasa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir melanda RW 03, RW 06, RW 07, dan RW 08. Air menggenangi permukiman warga selama berjam-jam setelah hujan deras turun dengan durasi panjang, sehingga aktivitas masyarakat terganggu dan menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan serta kerusakan harta benda.

Warga menyebut, banjir di Cakung Barat bukan peristiwa baru. Setiap musim hujan, kondisi serupa hampir selalu terjadi, terutama ketika intensitas hujan cukup tinggi dan berlangsung lama. Situasi ini membuat masyarakat hidup dalam kecemasan berulang, tanpa kepastian kapan persoalan banjir dapat ditangani secara tuntas.

Ketua RT 002 RW 07 Kelurahan Cakung Barat, Ahmad Nur, saat ditemui awak media di kediamannya di Jl. Tipar Cakung, Kampung Baru Cakung, Senin (26/1/2026), mengatakan bahwa banjir kali ini berdampak pada sekitar 50 kepala keluarga atau sekitar 1000 warga.

Baca Juga :  Pererat Tali Silaturahmi, Satpol PP Kecamatan Kelapa Gading Adakan Halal Bihalal

“Air naik cepat saat hujan deras lama. Tingginya hampir satu meter. Warga pasti khawatir karena ini sudah sering terjadi,” ujar Ahmad Nur.

Ia menjelaskan, selain menghambat aktivitas warga, banjir juga berpotensi merusak peralatan rumah tangga, terutama barang-barang elektronik. Menurutnya, kondisi ini menegaskan perlunya solusi jangka panjang agar warga tidak terus menjadi korban banjir tahunan.

Ahmad Nur mewakili warganya menyampaikan harapan besar agar pembangunan embung segera direalisasikan. Ia menilai embung merupakan salah satu langkah strategis untuk menampung limpahan air hujan dan mengurangi risiko banjir di wilayah Cakung Barat.

Saat ini, rencana pembangunan embung tersebut diketahui masih berada dalam tahap pembahasan anggaran di DPRD DKI Jakarta. Pembahasan dilakukan oleh Komisi D DPRD DKI Jakarta periode 2024–2029 yang membidangi pembangunan, termasuk infrastruktur, tata kota, lingkungan hidup, dan perumahan.

Baca Juga :  Dinilai Melanggar Tata Tertib Ruang Publik, Polsek Pademangan Turunkan Bendera Ormas di Ancol

Komisi D DPRD DKI Jakarta yang dipimpin oleh Yuke Yurike memiliki peran penting dalam mengawasi kinerja dinas teknis seperti Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, Dinas Perumahan, Dinas Cipta Karya, dan Dinas Lingkungan Hidup, guna memastikan pembangunan berjalan merata dan berkelanjutan.

Warga berharap Komisi D dapat bergerak cepat merespons keluhan masyarakat Cakung Barat. Mereka menilai peran wakil rakyat sangat dibutuhkan untuk mendorong percepatan pengambilan keputusan dan realisasi pembangunan embung di lapangan.

Sementara itu, transparansi Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta juga menjadi sorotan. Hingga kini, Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika, belum memberikan keterangan resmi meski awak media telah berulang kali mencoba melakukan konfirmasi.

Upaya konfirmasi melalui telepon seluler dilaporkan tidak mendapat respons yang baik, bahkan nomor wartawan disebut diblokir. Ketika awak media mendatangi kantor Dinas SDA, petugas keamanan menyampaikan bahwa Kepala Dinas SDA kerap tidak berada di tempat.

Baca Juga :  Soesalit, Putra Kartini yang Menolak Privilese dan Pilih Hidup Sederhana hingga Akhir Hayat

Minimnya keterbukaan informasi ini dinilai memperlebar jarak komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Media, sebagai bagian dari kontrol sosial, terus berupaya menjalankan fungsinya dalam menyajikan informasi yang berimbang, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan demi kepentingan publik.

Warga Cakung Barat berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, DPRD DKI Jakarta, dan dinas teknis agar penanganan banjir dapat segera direalisasikan secara nyata dan berkelanjutan.

Penulis: TamaEditor: Tama