Hujan Deras, TPU Budi Darma Cilincing Berubah Jadi Lautan Air

Avatar photo
Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta sejak Sabtu malam hingga Senin siang (19/1/2026) kembali menyebabkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Budi Darma, Cilincing, Jakarta Utara, terendam banjir hampir di seluruh area.

RADARTERKINI.ID | JAKARTA — Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta sejak Sabtu malam hingga Senin siang (19/1/2026) kembali menyebabkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Budi Darma, Cilincing, Jakarta Utara, terendam banjir hampir di seluruh area.

Berdasarkan pantauan Radarterkini.id di lokasi pada Senin siang, lahan pemakaman seluas sekitar 62 hektare tersebut tergenang air dengan ketinggian yang bervariasi.

Sejumlah blok pemakaman dilaporkan terdampak cukup parah, di antaranya Blad 114, Blad 84–87, Blad 41–49, serta Blad 58.

Banjir yang nyaris terjadi setiap musim hujan ini disebabkan oleh tingginya intensitas curah hujan yang tidak diimbangi dengan sistem drainase yang memadai. Akibatnya, air hujan tidak dapat keluar dari area TPU dan menggenangi kompleks pemakaman.

Baca Juga :  Seba Baduy 2025: Tradisi Adat yang Bawa Berkah Ekonomi, Targetkan Omzet Rp 400 Juta

Petugas jaga TPU Budi Darma, Daeng Syam, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama banjir adalah tertutupnya saluran air oleh depo-depo kontainer yang berada di sekitar area pemakaman, sehingga menghambat jalur keluar-masuk air.

“Sanitasi air sangat minim karena banyak saluran tertutup depo kontainer. Ditambah lagi, pompa air tidak bekerja maksimal, bahkan saat banjir melanda tidak terlihat satu pun pompa yang beroperasi di dalam TPU,” ujar Syam di lokasi.

Baca Juga :  Gibran Temui Try Sutrisno: Mohon Doa Jaga Amanah Perjuangan Ini

Ia juga menambahkan bahwa saluran pembuangan air yang baru dibangun justru memperparah kondisi, karena menutup jalur aliran air menuju saluran utama maupun Kali Begog yang berada di sekitar TPU.

Selain berdampak pada kondisi makam, banjir tersebut juga mengurangi penghasilan petugas pemakaman. Pasalnya, banyak peziarah memilih tidak datang berziarah karena area makam masih terendam air.

“Setiap banjir, peziarah enggan datang untuk takziah. Kondisi ini jelas sangat berdampak bagi kami,” tutup Syam.

Penulis: CardiEditor: Tama