RadarTerkini. Id||Jakarta– PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menegaskan komitmennya terhadap keselamatan manusia dan lingkungan dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Yayasan Selaras Alam Khatulistiwa (SALAKHA). Kerja sama ini difokuskan pada pembentukan Tim Tanggap Darurat Banjir untuk wilayah Jabodetabek.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Direktur Utama PHI, Sunaryanto, dan Ketua Yayasan SALAKHA, Baharudin Rahman, pada akhir Desember 2025 di Kantor Pusat PHI, Jakarta.
Kolaborasi Strategis
Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyebut MoU ini sebagai langkah awal membangun kolaborasi strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir.
“Kesiapsiagaan serta respons yang terstruktur terhadap potensi bencana banjir merupakan elemen krusial dalam pengelolaan risiko. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas internal perusahaan dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Ia menambahkan, PHI akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun sistem tanggap bencana yang berkelanjutan.
Dukungan SALAKHA
Ketua Yayasan SALAKHA, Baharudin Rahman, menegaskan komitmen lembaganya dalam memberikan arahan, pendampingan, serta pelatihan bersertifikasi bagi relawan PHI.
“MoU ini bertujuan meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kesiapan tim dalam menghadapi darurat banjir. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis memperkuat kesiapsiagaan melalui pendekatan preventif dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” jelasnya.

SALAKHA sendiri dikenal sebagai yayasan yang berfokus pada pelestarian lingkungan dengan menempatkan pelibatan masyarakat sebagai inti dari pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
Komitmen ESG dan SDGs
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI mengelola operasi migas di Regional 3 Kalimantan. Perusahaan menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, dan tanggap bencana. Seluruh program tersebut sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kerja sama dengan SALAKHA diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas internal perusahaan, tetapi juga menjadi model kolaborasi yang memberi nilai tambah sosial, memperkuat peran masyarakat, serta berkontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan dan ketahanan wilayah terdampak bencana.
(Red).











