RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Kejadian tidak menyenangkan dialami seorang wartawan media online pelitaekspres.com diduga mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat menjalankan tugas jurnalistik dalam kegiatan peliputan pergantian tahun baru 2026 di depan Mal Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Wartawan tersebut, bernama Wibowo (58) mengaku jika lehernya dipiting oleh Lurah Sungai Bambu, Berinisial (SA), saat meliput kegiatan Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara pada Rabu malam, 31 Desember 2025 di wilayah kelapa Gading.
Pria yang akrab disapa Bowo itu menuturkan, peristiwa bermula ketika dirinya tengah melakukan peliputan kegiatan pengamanan dan perayaan malam tahun baru. Namun secara tiba-tiba, (SA) diduga melakukan tindakan kekerasan dengan memiting lehernya, disertai ucapan kasar dan sikap merendahkan profesi wartawan.
“Selain memiting leher saya, yang bersangkutan juga berbicara dengan nada kasar dan menunjuk-nunjuk sambil menghina profesi saya sebagai wartawan,” ujar Wibowo saat dikonfirmasi, Jumat, 2 Januari 2026.
Menurut pengakuannya, Lurah Sungai Bambu tersebut juga mengeluarkan ancaman verbal yang tidak pantas. “Dia mengatakan, ‘Gua enggak takut, awas ya kalau main ke Sungai Bambu gua gebukin,’ bahkan mengancam mengajak duel,” tambahnya seraya meniru ucapan Lurah itu.
Wibowo menegaskan, tindakan tersebut sangat disayangkan karena dilakukan oleh seorang pejabat publik terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan resmi.
Perlakuan arogan berupa kekerasan verbal maupun fisik terhadap wartawan dinilai tidak dapat dibenarkan. Pasalnya, tugas jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menjamin kebebasan pers serta keselamatan wartawan dalam menjalankan tugasnya di lapangan.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Lurah Sungai Bambu terkait dugaan insiden tersebut.
Tanggapan Lurah Terkait Dugaan yang Diberitakan
Menanggapi pemberitaan oknum Lurah yang diduga melakukan perbuatan melecehkan profesi terhadap wartawan bernama Wibowo, Dirinya (Lurah Sungai Bambu, SA) menerangkan jika informasi yang didapat Hoax.
“Hoax itu Om,” terang SA saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp Messenger (WA). Sabtu (3/1/2026).
Ia juga membantah atas keterangan yang menyebut dirinya memiting, mengancam serta menghina profesi wartawan yang dimaksud dalam pembertiaan.
“Jadi saya cuman ngerangkul doang pada saat Bowo datengin saya dan ngadu bahu saya,” lanjut SA menjelaskan.
SA belum menjawab secara spesifik persoalan tersebut. Dirinya hanya menutup percakapan via chat WA dengan mengatakan bahwa pesoalan ini sudah ditangani oleh atasannya
“Persoalannya sedang di tangani Pimpinan saya,” pungkasnya.













