Rendy Alias Kumis, Pedagang Kopi Keliling dari Rangkasbitung yang Tetap Bertahan Meski Omzet Anjlok Usai Lebaran

Avatar photo

RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Musim lebaran telah usai, namun dampaknya masih terasa bagi sebagian pelaku usaha kecil, termasuk Rendy alias Kumis. Pria asal Rangkasbitung, Banten, yang sudah bertahun-tahun menjajakan kopi keliling menggunakan sepeda motor ini, kini harus menghadapi kenyataan pahit: omzet jualannya turun drastis.

Biasanya, dalam sehari Rendy bisa mengantongi hingga Rp300.000 dari pagi hingga malam. Namun setelah lebaran tahun ini, ia mengaku hanya bisa menjual sekitar 30 gelas kopi per hari, jauh dari biasanya.

“Sekarang paling cuma dapat Rp300 ribu, itu juga belum bersih. Pendapatan saya hampir separuhnya hilang,” ujar Rendy saat ditemui di lokasi dagangnya di trotoar kawasan RW 08 Gading Kirana, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Rabu (21/5/2025).

Baca Juga :  Terduga Pelaku Pemalsuan Voucher Sembako Gratis di RS Islam Jakarta Dibekuk Polisi

Meski penghasilan menurun, semangat Rendy untuk terus berdagang tidak luntur. Ia tetap keluar rumah sejak pukul 07.00 WIB dari kediamannya di Tanah Merah dan kembali pulang pukul 19.00 WIB, berharap bisa tetap melayani pelanggan setianya.

“Saya tetap bertahan walau kadang sedih. Tapi mau bagaimana lagi? Harus sabar. Mudah-mudahan setelah lebaran haji nanti, kondisi bisa normal lagi,” ungkapnya dengan nada optimis.

Baca Juga :  Mempererat Silaturrahmi, Gampong Lhok Dalam, Gelar Sambut Tim Safari Ramadhan

Rendy mengaku, dampak penurunan omzet ini juga mulai mengganggu ekonomi rumah tangganya. “Biasanya saya bisa kasih keluarga Rp500 ribu per hari, sekarang jelas nggak bisa lagi,” imbuhnya.

Kisah Rendy bukan hanya soal kopi, tapi juga tentang keteguhan hati dalam menghadapi badai ekonomi. Di tengah tekanan hidup dan turunnya daya beli masyarakat, ia tetap berusaha memberikan yang terbaik, baik untuk pelanggan maupun keluarganya di rumah.