RADARTERKINI.ID | JAKARTA — Menyambut pergantian Tahun Baru 2026, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mengambil langkah berbeda dengan menyesuaikan seluruh rangkaian perayaan di Ancol Taman Impian, Jakarta Utara.
Penyesuaian ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat Sumatera yang tengah dilanda bencana.
Kebijakan tersebut diumumkan secara resmi melalui Press Release Nomor: 038/CS-PR/PJA/XII/2025. Dalam pernyataan itu, manajemen Ancol memastikan tidak akan menggelar pertunjukan kembang api pada malam puncak Tahun Baru, yang selama ini menjadi daya tarik utama pengunjung.
Manajemen Ancol menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan penuh pertimbangan, mengedepankan nilai kemanusiaan, keprihatinan, dan rasa kebersamaan sebagai satu bangsa. Di tengah duka nasional, Ancol memilih untuk menahan euforia perayaan dan menggantinya dengan kegiatan yang lebih bermakna.
“Ancol Taman Impian menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera. Kami mendoakan keselamatan, ketabahan, dan kekuatan bagi seluruh korban serta keluarga yang terdampak,” tulis manajemen dalam pernyataan resminya.
Peniadaan kembang api dinilai sebagai simbol empati nyata. Menurut Ancol, pergantian tahun seharusnya menjadi momen refleksi, doa, dan penguatan nilai kemanusiaan, bukan semata perayaan hiburan.
Meski demikian, Ancol memastikan pengunjung tetap dapat menikmati rangkaian acara malam Tahun Baru. Sejumlah kegiatan utama tetap digelar dengan konsep yang lebih humanis dan berorientasi pada kepedulian sosial.
Salah satu agenda utama adalah Konser Peduli Sumatera di Pantai Carnaval Ancol yang akan disiarkan secara langsung melalui program Gempita SCTV. Konser ini menghadirkan musisi ternama seperti Dewa 19 feat Ello, Helloband, dan Five Minutes. Selain itu, Konser New Palapa di Pantai Festival Ancol juga tetap berlangsung.
Seluruh rangkaian acara tersebut diarahkan untuk memperkuat pesan kebersamaan, doa bersama, penggalangan donasi, serta refleksi kolektif sebagai bentuk dukungan moral bagi masyarakat Sumatera.
Manajemen Ancol juga mengajak masyarakat menjadikan malam pergantian tahun sebagai momentum perenungan dan solidaritas nasional. Diharapkan, Tahun Baru 2026 dapat menjadi awal tumbuhnya empati, kepedulian, dan semangat saling menguatkan di tengah berbagai tantangan bangsa.
“Tahun baru adalah waktu untuk berbagi harapan dan kepedulian, bukan hanya perayaan,” tegas manajemen Ancol.
Sebagai penutup, Ancol menyampaikan pesan penuh solidaritas kepada masyarakat Sumatera yang terdampak bencana: “Pulihlah dan Bangkitlah, karena kami selalu ada.”













