RADARTERKINI ID | JAKARTA – Kondisi trotoar di kawasan Bukit Gading Indah, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, dikeluhkan warga karena dipenuhi lapak pedagang kaki lima (PKL) dan parkir sepeda motor. Situasi ini membuat pejalan kaki merasa tidak nyaman bahkan terpaksa turun ke badan jalan saat melintas.
Keluhan tersebut disampaikan Budi (50), warga yang ditemui di kawasan Bukit Gading Indah, Kecamatan Kelapa Gading, Senin (16/2/2026). Ia menilai trotoar saat ini sudah tidak lagi ramah bagi pejalan kaki.
“Terus terang memang sudah tidak nyaman buat pejalan kaki. Trotoarnya banyak dipakai pedagang dan motor parkir. Jadi orang jalan harus turun ke badan jalan,” kata Budi.
Menurutnya, kondisi semakin berbahaya saat kawasan sedang ramai. Pejalan kaki harus mencari celah di antara kendaraan bermotor yang naik ke trotoar serta gerobak PKL yang berjualan.
“Mengganggu sekali. Apalagi kalau lagi ramai seperti ini, kita harus cari celah. Kadang malah berbahaya karena mau nggak mau turun ke jalan,” ujarnya.
Budi mengaku sempat melihat adanya penertiban oleh petugas Satpol PP beberapa waktu lalu. Namun, lapak PKL dan parkir sepeda motor kembali muncul tak lama setelah penertiban dilakukan.
“Iya, saya lihat sempat ditertibkan. Tapi besoknya balik lagi. Memang perlu pengawasan rutin,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan tidak mempermasalahkan keberadaan PKL selama ditata dengan baik dan tidak mengambil hak pejalan kaki. Menurutnya, trotoar seharusnya difungsikan khusus bagi masyarakat yang berjalan kaki.
“Saya tidak masalah dengan PKL, tapi harus ada tempat khusus. Jangan ambil hak pejalan kaki. Trotoar kan memang untuk orang jalan, masa dipakai jualan. Belum lagi dekat wajan penggorengan lah, yang bakar-bakar, itu bahaya,” tuturnya.
Selain keberadaan PKL, parkir sepeda motor di atas trotoar juga menjadi sorotan. Budi menyebut banyak kendaraan roda dua yang naik dan diparkir sembarangan di jalur pejalan kaki.
“Nah, itu juga masalah. Banyak motor naik ke trotoar. Harusnya ada tempat parkir resmi. Jujur saya nggak suka lihatnya,” ucapnya.
Ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menata ulang kawasan tersebut agar trotoar kembali pada fungsi awalnya. Penertiban, menurutnya, harus dilakukan secara konsisten dan disertai pengawasan rutin.
“Semoga trotoar dikembalikan fungsinya. PKL ditata, parkir ditertibkan, dan ada petugas yang rutin jaga. Jangan cuma kadang foto doang buat laporan ke pimpinan, habis itu ditinggal. Biar pejalan kaki aman dan nyaman,” pungkasnya.













