Susanto: Prestasi Tinju Dimulai dari Keikhlasan dan Kebersamaan

Pembinaan atlet tinju tidak selalu harus bergantung pada besarnya anggaran. Hal tersebut ditegaskan CEO Ghosun Iron Camp, Susanto, S.H., saat menggelar pertemuan dengan Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) DKI Jakarta

RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Pembinaan atlet tinju tidak selalu harus bergantung pada besarnya anggaran. Hal tersebut ditegaskan CEO Ghosun Iron Camp, Susanto, S.H., saat menggelar pertemuan dengan Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) DKI Jakarta guna membahas penguatan pembinaan olahraga tinju dan pengembangan atlet di wilayah DKI Jakarta serta sekitarnya.

Pertemuan yang berlangsung di Jakarta itu dihadiri Ketua Pertina Provinsi DKI Jakarta, Brigjen TNI Berty Beatus Willem Sumakud, S.H., M.H. Dalam kesempatan tersebut, Berty menyampaikan dukungannya terhadap hasil rapat kerja Pertina DKI Jakarta sekaligus mengapresiasi keberadaan sasana olahraga Ghosun Iron Camp yang telah diresmikan di Jalan Burangkeng Setu No. 88, Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga :  Paskah Banjir, Jalan Berlubang di Jakarta Utara Picu Kecelakaan

Susanto menegaskan bahwa kemajuan olahraga tinju membutuhkan persatuan dan kerja sama seluruh insan olahraga. Menurutnya, berbagai perbedaan pandangan yang muncul dalam organisasi maupun komunitas olahraga tidak seharusnya menjadi hambatan dalam proses pembinaan atlet.

“Saya mengajak seluruh pihak untuk menghargai kepemimpinan yang telah terpilih dan bersama-sama mendukung kemajuan olahraga tinju. Jika respons dan dukungan yang diberikan baik, maka hasil yang diperoleh juga akan baik,” ujar Susanto.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghilangkan ego sektoral serta memperkuat kolaborasi antara wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan demi terciptanya pembinaan atlet yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Menurut Susanto, salah satu faktor utama keberhasilan pembinaan atlet adalah semangat pengabdian dan keikhlasan. Ia menilai, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan upaya mencetak atlet berprestasi.

Baca Juga :  Suasana Demo di DPR Tiba-Tiba Mencekam, Massa Masuk Tol Dalam Kota

“Kesuksesan berawal dari keikhlasan. Ketika kita bekerja dengan hati yang tulus untuk olahraga, maka hasil baik akan mengikuti,” katanya.

Untuk meningkatkan kualitas dan motivasi atlet, Susanto juga mendorong penyelenggaraan pertandingan maupun laga sparring secara rutin. Kegiatan tersebut dinilai penting sebagai sarana evaluasi kemampuan atlet sekaligus menumbuhkan semangat kompetitif yang sehat.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan di dunia tinju dapat mengedepankan kebersamaan dan menghindari saling menyalahkan atas berbagai kendala yang dihadapi, termasuk persoalan pendanaan.

Sementara itu, Pertina DKI Jakarta terus memperkuat program pembinaan dan pengembangan atlet sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga tinju di tingkat regional maupun nasional.

Baca Juga :  Audiensi dengan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Tetap Wartawan

Melalui sinergi antara organisasi olahraga dan pengelola sasana, diharapkan pembinaan atlet tinju dapat berjalan lebih optimal sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah dan Indonesia di berbagai ajang kompetisi.