Sopir Angkot Bogor Demo, Tuntut 8 Bus Stop Ditutup

Ratusan sopir dan pemilik angkutan kota (angkot) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Senin (29/6/2026)

RADARTERKINI.ID | BOGOR – Ratusan sopir dan pemilik angkutan kota (angkot) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Senin (29/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menuntut agar delapan bus stop atau titik pemberhentian bus yang baru diaktifkan dinonaktifkan karena dinilai berdampak pada penurunan pendapatan sopir angkot.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin, mengatakan sekitar 100 pengemudi dan pemilik angkot mendatangi kantornya untuk menyampaikan aspirasi terkait keberadaan delapan bus stop yang dipasang dalam dua hingga tiga bulan terakhir.

“Jadi tadi ada kurang lebih 100-an pengemudi dan pemilik angkot. Mereka meminta delapan bus stop yang kami pasang dalam dua sampai tiga bulan terakhir dinonaktifkan,” ujar Dody.

Baca Juga :  Ahdi Takur dan Tri Krisna Mukti RW Gen.Z.Jabat Ketua Forum RTRW Kelurahan Pademangan Barat.

Menurutnya, Dishub Kota Bogor telah mengaktifkan sekitar 85 bus stop, termasuk di Koridor 2 yang menjadi lintasan trayek Angkot 21. Para sopir menilai penambahan titik pemberhentian tersebut membuat penumpang lebih banyak menggunakan layanan BisKita sehingga pendapatan mereka menurun drastis.

Dishub, lanjut Dody, tidak dapat mengabulkan seluruh tuntutan yang diajukan para pengunjuk rasa. Meski demikian, negosiasi antara kedua belah pihak akhirnya menghasilkan kesepakatan untuk menonaktifkan dua dari delapan bus stop yang dipersoalkan.

Baca Juga :  Situasi Terkini di Hotel Sultan, Simpatisan Tolak Pelaksanaan Eksekusi

“Karena dua titik itu sebenarnya sudah dilayani dan tingkat pelayanan BisKita sudah di atas 100 persen. Bagi kami, dua titik tersebut bukan kantong penumpang yang potensial, sehingga tidak menjadi masalah jika dinonaktifkan,” jelasnya.

Dody menambahkan, langkah tersebut diambil sebagai bentuk kompromi agar layanan transportasi umum tetap berjalan seimbang dan para sopir angkot masih memiliki kesempatan memperoleh penumpang yang tidak terlayani oleh BisKita.

“Tetapi memang paling tidak mereka ingin berjalan bersamaan dan tetap mendapatkan rezeki dari penumpang yang memang tidak dilayani atau tidak kebagian BisKita,” pungkasnya.

Baca Juga :  MPR Putuskan Final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kalbar Tak Jadi Diulang