Pramono Desak Judol di Jakarta Diberantas Total

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta aparat penegak hukum bertindak tegas memberantas praktik judi online (judol)

RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta aparat penegak hukum bertindak tegas memberantas praktik judi online (judol) setelah data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menempatkan Jakarta Barat sebagai wilayah dengan jumlah pemain judi online terbanyak kedua di Indonesia sepanjang 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri kegiatan di kawasan Latumenten, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026). Menurutnya, tingginya jumlah penduduk Jakarta serta kemampuan daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor yang membuat praktik judi online masih marak terjadi.

“Yang pertama, yang berkaitan dengan judi online. Karena memang Jakarta ini kan dengan penduduk yang cukup besar dan rata-rata warganya secara purchasing power itu punya kemampuan, walaupun kemudian orang berspekulasi dengan judi online,” ujar Pramono.

Baca Juga :  HPN ke-80 Masih Bergema, Ultah ke-41 Ketua Pokja PWI Jaktim Jadi Refleksi Pengabdian

Menanggapi kondisi tersebut, Pramono berharap pemerintah bersama aparat penegak hukum dapat mengambil langkah nyata dan tegas dalam memberantas seluruh aktivitas judi online di Ibu Kota. Ia menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap memberikan dukungan penuh terhadap setiap upaya penegakan hukum.

“Saya berharap betul dan mengharapkan pemerintah, dalam hal ini aparat penegak hukum, untuk berkaitan dengan judi online di Jakarta kalau diberantas sekeras-kerasnya. Saya memberikan support dan dukungan sepenuhnya,” tegasnya.

Sebelumnya, PPATK mengungkapkan bahwa wilayah Jabodetabek masuk kategori “zona merah” judi online nasional berdasarkan hasil pemetaan transaksi sepanjang tahun 2025. Data tersebut dipublikasikan melalui akun Instagram resmi @ppatk_indonesia dan menunjukkan tingginya konsentrasi aktivitas judi online di sejumlah daerah.

Baca Juga :  Gubernur dan Kapolda Banten Bersih-bersih Jalan Jelang Perayaan Hari Pers

Dalam pemetaan tersebut, Kabupaten Bogor menempati posisi pertama dengan 103.092 pemain dan total nilai deposit mencapai Rp414,4 miliar. Posisi kedua ditempati Jakarta Barat dengan 89.320 pemain serta total deposit sebesar Rp600,6 miliar. Sementara itu, Jakarta Timur berada di posisi ketiga dengan 81.750 pemain dan nilai deposit Rp425,9 miliar, disusul Kota Bandung di peringkat keempat dengan 80.549 pemain dan total deposit Rp341,7 miliar.

PPATK juga mencatat bahwa jumlah pemain judi online berjenis kelamin laki-laki jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan. Temuan tersebut menjadi perhatian pemerintah sebagai dasar untuk memperkuat upaya pencegahan sekaligus penindakan terhadap praktik perjudian online yang dinilai semakin mengkhawatirkan di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Hari Ketiga Libur Panjang, 15 Ribu Kendaraan Melintas Puncak Bogor Pagi Ini