RADARTERKINI.ID | SIDOARJO — Tim Napak Tilas Sirnah Gali kembali melakukan penelusuran sejarah peradaban dunia dengan mengunjungi sebuah kawasan yang diyakini menyimpan nilai sejarah dan spiritual tinggi. Kegiatan napak tilas tersebut dilaksanakan pada Jumat, 19 Desember 2025, dan diberitakan hari ini, Sabtu, 20 Desember 2025.
Perjalanan napak tilas kali ini membawa tim ke Dusun Pringgodani, Desa Bakung Pringgondani, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, sebuah wilayah yang berada di tengah hamparan persawahan luas dan dikenal masyarakat sebagai tempat yang sarat dengan cerita legenda.
Di lokasi tersebut, tim menemukan sebuah bangunan menyerupai pendopo bertuliskan “Krepyak”. Bangunan ini diyakini sebagai petilasan Raden Gatotkaca, kesatria legendaris dalam kisah pewayangan, yang dikenal sebagai Satrio Pringgodani, putra dari Werkudara atau Bima.
Raden Gatotkaca dikenal luas dengan julukan “Otot Kawat Balung Wesi” yang menggambarkan kekuatan dan ketangguhannya sebagai kesatria tanpa tanding. Keberadaan petilasan ini memperkuat keyakinan masyarakat bahwa sosok Gatotkaca bukan hanya tokoh dongeng, melainkan memiliki jejak yang dipercaya pernah ada di wilayah Desa Bakung Pringgondani.
Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat setempat, pada masa lalu pernah melintas pesawat tempur milik Belanda di kawasan tersebut.
Dalam kisah itu, Raden Gatotkaca disebut terbang dengan kecepatan tinggi, menangkap pesawat tersebut, lalu menjatuhkannya hingga menancap cukup dalam di area persawahan.
Dalam kegiatan napak tilas ini, Tim Sirnah Gali bersama H. Khanafi turut mengunjungi langsung lokasi petilasan. Di area tersebut tampak sesaji, bebatuan kuno yang dilindungi pagar besi, serta sumber mata air atau sumur kuno yang dipercaya masyarakat memiliki berbagai khasiat dan manfaat.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, tim menggelar doa bersama, silaturahmi, serta meditasi singkat sebagai upaya menelusuri dan menghormati jejak sejarah yang pernah ada, meskipun telah termakan oleh perjalanan waktu.
Kegiatan napak tilas ini menjadi bentuk kepedulian terhadap pelestarian sejarah dan budaya lokal, agar nilai-nilai peninggalan leluhur tetap terjaga dan dikenal oleh generasi masa kini hingga mendatang.













