Napak Tilas Sirnah Gali Telusuri Jejak Sejarah Naga Giri

Avatar photo
Ketua Napak Tilas Sirnah Gali, Didik Djatmiko

RADARTERKINI.ID | GRESIK – Tim Napak Tilas Sirnah Gali yang dipimpin Didik Djatmiko, pada Minggu (11/1/2026) melakukan penelusuran sejarah dan budaya di kawasan kompleks makam Sunan Giri, Gresik, Jawa Timur. Penelusuran tersebut difokuskan pada legenda sepasang patung kepala naga yang dikenal dengan sebutan Naga Giri.

Kegiatan ini dilakukan untuk menggali kembali kisah dan nilai historis arca Naga Giri yang diyakini telah ada sejak ratusan tahun lalu dan berusia lebih dari 600 tahun. Patung tersebut berada di antara tangga pintu masuk kompleks makam Sunan Giri dan hingga kini masih menjadi simbol spiritual serta budaya masyarakat Gresik.

Menurut Didik Djatmiko, penelusuran ini bertujuan mendokumentasikan kembali legenda Naga Giri yang mengisahkan adu kesaktian antara Sunan Giri dengan Begawan Minto, seorang pertapa sakti dari lereng Gunung Semeru. Kisah tersebut dipercaya menjadi bagian penting dari sejarah penyebaran Islam di Nusantara.

Baca Juga :  Sinergi Dalam Keakraban untuk Stabilitas Ekonomi, Danlanal Dumai Hadiri Malam Kelembagaan ERB 2025

Dalam legenda yang berkembang, Begawan Minto menantang Sunan Giri untuk menebak apa yang ditanam di Gunung Pertukangan, kawasan sekitar makam Putri Cempo. Begawan Minto kemudian menciptakan dua ekor angsa jantan dan betina yang dikubur hidup-hidup. Namun Sunan Giri menjawab bahwa yang dikubur adalah sepasang ular naga.

Ketika keduanya kembali membongkar tanah tersebut, muncul sepasang naga dengan bentuk mulut menyerupai angsa. Peristiwa itu membuat Begawan Minto mengakui kekalahannya dan akhirnya menjadi murid Sunan Giri untuk mempelajari ajaran Islam. Kisah inilah yang diyakini melatarbelakangi keberadaan patung sepasang Naga Giri.

Baca Juga :  JAM-Pidum Setujui 9 Kasus Damai Lewat Restorative Justice, Ini Daftarnya

Tim Napak Tilas Sirnah Gali juga mencatat bahwa dua kepala naga tersebut memiliki makna simbolis sebagai Condro Sengkolo Memet, penanda tahun wafatnya Sunan Giri. Selain itu, simbol naga melambangkan kekuatan, kesucian, serta nilai moral dan spiritual yang telah hidup sejak masa pra-Islam hingga sekarang.

Dalam penelusuran tersebut, tim menemukan kondisi patung Naga Giri yang mulai memprihatinkan. Batu kapur arca terlihat rapuh akibat usia yang sangat tua, tidak terkena sinar matahari karena diapit pohon beringin besar, serta posisi patung yang kini tampak miring akibat tekanan akar pohon.

Baca Juga :  Pramono soal Permintaan MRT ke Depok: Sementara ke Tangsel Dulu

Didik Djatmiko menegaskan, hasil penelusuran ini diharapkan dapat menjadi bahan edukasi sejarah sekaligus mendorong perhatian berbagai pihak untuk menjaga dan melestarikan situs bersejarah Naga Giri sebagai bagian dari identitas budaya dan religi Kota Gresik.

Penulis: Didik Djatmiko Editor: Tama