Mitoni Vidi dan Ari Jadi Sorotan, Prosesi Arjuna–Srikandi Penuh Doa Keselamatan

Tradisi adat Jawa kembali menjadi perhatian publik melalui prosesi Mitoni atau ruatan tujuh bulanan yang dijalani pasangan Vidi Putri Utari dan Ari Darmawan

RADARTERKINI.ID | GRESIK – Tradisi adat Jawa kembali menjadi perhatian publik melalui prosesi Mitoni atau ruatan tujuh bulanan yang dijalani pasangan Vidi Putri Utari dan Ari Darmawan di kediama 000n keluarga Ari Darmawan, Jalan Gunung Wilis Nomor 2, Kedanyang, Gresik, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur atas kehamilan Vidi yang telah memasuki usia menjelang tujuh bulan. Tradisi Mitoni sendiri merupakan warisan budaya leluhur masyarakat Jawa yang hingga kini masih dijaga sebagai ungkapan doa keselamatan bagi ibu dan calon bayi.

Pasangan Vidi dan Ari yang selama ini menjalani rumah tangga dengan penuh kasih sayang dan keharmonisan mengaku bersyukur dapat menyambut hadirnya calon buah hati pertama mereka melalui rangkaian prosesi adat yang sarat makna spiritual dan budaya.

Baca Juga :  Polri Kirim 497 Personel Gabungan, Percepat Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Rangkaian acara diawali dengan ritual siraman. Air yang digunakan berasal dari tujuh sumber mata air berbeda dan dicampur dengan bunga-bunga pilihan seperti kembang setaman, melati, kantil, mawar, dan kenanga. Dalam tradisi Jawa, siraman dimaknai sebagai simbol penyucian lahir dan batin agar sang ibu senantiasa bersih dan siap menyambut proses persalinan.

Setelah siraman, prosesi dilanjutkan dengan ritual telur. Telur dimasukkan ke dalam kain yang dililitkan pada perut Vidi hingga akhirnya jatuh ke tanah. Tradisi ini dipercaya sebagai simbol harapan agar proses kelahiran kelak berlangsung lancar serta ibu dan bayi diberikan keselamatan tanpa hambatan berarti.

Prosesi berikutnya adalah pemakaian tujuh kain batik dengan motif berbeda. Kain-kain tersebut dipakaikan satu per satu kepada sang ibu sebelum akhirnya dipilih satu motif yang dianggap paling sesuai dan membawa doa terbaik bagi masa depan ibu dan calon bayi.

Baca Juga :  Tadabur Alam ISTC Sukabumi: Jamaah Al Akbar Siapkan Langkah Masjid 2026

Puncak acara ditandai dengan pemecahan kelapa cengkir yang dihiasi ukiran tokoh pewayangan Arjuna dan Srikandi. Arjuna melambangkan kebijaksanaan, keberanian, dan keteguhan hati, sedangkan Srikandi melambangkan kekuatan, kesetiaan, dan keanggunan perempuan. Filosofi kedua tokoh tersebut menjadi simbol harapan agar anak yang akan lahir tumbuh menjadi pribadi yang kuat, bijaksana, dan bermanfaat bagi sesama.

Prosesi Mitoni yang dijalani Vidi dan Ari tidak hanya menjadi seremoni keluarga, tetapi juga mencerminkan kuatnya komitmen generasi muda dalam melestarikan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga :  Pemerintah Lakukan Evaluasi Pelaksanaan WFH ASN di Pekan Pertama

Melalui seluruh rangkaian adat tersebut, pasangan ini berharap sang buah hati dapat lahir dengan selamat, sehat, dan membawa kebahagiaan bagi keluarga, sekaligus menjadi pengingat bahwa tradisi leluhur tetap memiliki nilai luhur yang relevan untuk dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.