Jejak Wali di Gunung Krapyak, Sumber Luak Kembali Disorot

Tim Napak Tilas Sirnah Gali kembali melakukan penelusuran sejarah dan budaya dengan menyambangi Dusun Krapyak.

RADARTERKINI.ID | PASURUAN | Tim Napak Tilas Sirnah Gali kembali melakukan penelusuran sejarah dan budaya dengan menyambangi Dusun Krapyak, kawasan yang berada di lereng Gunung Welirang dan diyakini menyimpan jejak perjalanan para wali serta peninggalan peradaban masa lampau.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (23/6/2026) ini diawali dengan kunjungan ke Makam Sunan Pangkat atau yang dikenal sebagai Makam Ki Danurejo. Lokasi tersebut menjadi titik awal refleksi sekaligus penghormatan kepada para leluhur yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah dan penyebaran nilai-nilai spiritual di wilayah tersebut.

Setelah itu, tim melanjutkan perjalanan menuju Sumber Luak, sebuah mata air yang berada di kawasan hutan lereng Gunung Welirang. Untuk mencapai lokasi tersebut, rombongan harus melewati jalur pendakian yang berkelok, menembus rimbunnya hutan dengan medan yang cukup menantang.

Baca Juga :  RJ dan Pelatihan Kerja Jadi Senjata Kejari Jaksel Cegah Residivis

Dalam perjalanan, tim sempat singgah di Pos Pantau Taharu yang berada di kawasan Taman Hutan Raya. Di lokasi itu, mereka berdiskusi dengan Bapak Gendis, petugas Balai Pemeliharaan Konservasi, guna menggali informasi mengenai kondisi alam serta sejarah yang berkembang di kawasan tersebut.

Sesampainya di Sumber Luak, tim disambut pemandangan mata air yang jernih dan alami. Menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun, sumber air ini memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan aktivitas para bangsawan Kerajaan Majapahit yang dahulu kerap berburu dan bertapa di sekitar Gunung Putuk Puyang.

Baca Juga :  2.002 Warga Belawan Pertanyakan Lokasi Kavling CSR di Sicanang, Akta Notaris Sudah Terbit Sejak 2022

Berdasarkan kisah masyarakat setempat dan hasil penelusuran tim, nama Sumber Luak berasal dari keberadaan sekawanan luak yang konon membuat lubang air tersebut sebagai tempat minum. Keberadaan sumber air itu kemudian ditemukan oleh para pengawal kerajaan dan selanjutnya dirawat serta dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

Selain menjadi sumber kehidupan di tengah kawasan hutan Welirang, Sumber Luak juga dipercaya memiliki nilai spiritual. Airnya kerap digunakan untuk bersuci dalam berbagai kegiatan keagamaan dan spiritual. Letaknya yang berdekatan dengan aliran Sungai Kretek turut memperkuat nilai historis dan sakral yang melekat pada lokasi tersebut.

Hingga saat ini, Sumber Luak tetap menjadi tujuan berbagai kalangan, mulai dari pencinta alam, budayawan, pegiat sejarah, hingga masyarakat yang mencari ketenangan. Keberadaannya tidak hanya menjadi saksi perjalanan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Baca Juga :  Bahagia Bersama JNE Ramadan 1447 H: Direktorat QAGC Gelar Buka Puasa Bersama, Pererat Kebersamaan di Kantin JNE Tomang