Haul Syekh Djalaluddin Gresik Dipadati Ribuan Jamaah, Dzikrul Ghofilin Bikin Suasana Syahdu

Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati Dusun Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, pada Jumat (8/5/2026),

RADARTERKINI.ID | GRESIK – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati Dusun Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, pada Jumat (8/5/2026), dalam rangka Haul Akbar Buyut Djalaludin atau Syekh Djalaluddin. Suasana penuh khidmat terasa saat pembacaan Kitab Dzikrul Ghofilin menggema dan dipimpin langsung oleh KH. Agus Ferry Khusnul Ma’ab.

Kegiatan religius tahunan ini menjadi pusat perhatian umat Islam karena menghadirkan sejumlah ulama kharismatik dan tokoh agama nasional. KH. Agus Ferry Khusnul Ma’ab diketahui merupakan cucu dari Almarhum KH. Hamim Tohari Djazuli atau yang lebih dikenal dengan Gus Miek dari Ploso, Kediri, pendiri tradisi Dzikrul Ghofilin.

Baca Juga :  Sport Tourism Jadi Sorotan di HPN 2026 Banten

Rangkaian acara berlangsung syahdu ketika ribuan jamaah bersama-sama melantunkan zikir penyejuk hati di bawah bimbingan langsung keturunan Gus Miek. Kehadiran para pemuka agama, anggota dewan pimpinan, serta ulama sepuh semakin menambah khidmat suasana haul akbar tersebut.

Dalam kesempatan itu, hadir pula KH. Marzuqi Mustamar, ulama kharismatik asal Blitar yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang. Sosok yang dikenal sebagai ahli hadis itu memberikan tausiyah dan tuntunan keagamaan yang menyentuh hati para jamaah yang memadati lokasi acara.

Baca Juga :  Tiang Listrik Roboh, Lalin Jalan Mawar Ciputat Ditutup Sementara

Menjelang penutupan, kehadiran Gus Muwafiq menjadi momen yang paling dinantikan para hadirin. Dalam ceramahnya, Gus Muwafiq mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan sejarah besar Nusantara agar tidak hilang ditelan zaman.

“Warisan sejarah para ulama dan leluhur harus dijaga sebagai pengingat sekaligus teladan bagi generasi penerus,” pesan Gus Muwafiq di hadapan ribuan jamaah.

Acara Haul Akbar Syekh Djalaluddin kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh putra Gus Miek, KH. Agus Sabuth Pranoto Projo. Doa tersebut menjadi penutup rangkaian ibadah penuh berkah yang membawa ketenangan dan kesejukan hati bagi seluruh jamaah yang hadir.