Gaji Pas-Pasan, Ongkos Transport Pekerja Jakarta Tembus Sejuta

Avatar photo

RADARTERKINI.ID | JAKARTA – Ongkos pulang-pergi kantor bagi para pekerja di Jakarta kian membebani dompet, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan penyangga seperti Bekasi dan Cikarang. Meski gaji belum menyentuh Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta, biaya perjalanan bisa mencapai Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta per bulan.

Rifaldo (26), warga Bekasi yang bekerja di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, mengaku setiap bulan menghabiskan sedikitnya Rp 912 ribu hanya untuk transportasi umum. Jika harus pulang larut, ia masih harus merogoh kocek tambahan untuk ojek online.

Baca Juga :  Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gencarkan Edukasi Cegah Premanisme dan Pungli di Kawasan Pelabuhan

“Naik umum atau pribadi, dua-duanya sama-sama melelahkan dan mahal. Bedanya cuma capek nyetir atau capek berdiri di KRL,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Sudirman, Senin (4/8/2025).

Ia memilih moda transportasi umum demi efisiensi, karena menggunakan kendaraan pribadi pun tak lebih murah. Kemacetan, biaya bensin, parkir, hingga tol menjadi beban tambahan.

“Bawa mobil lebih cepat kalau lewat tol, tapi jatuhnya makin mahal. Belum lagi parkir dan bensin,” jelasnya.

Rifaldo juga mengaku gajinya masih di bawah UMP karena statusnya di perusahaan masih sebagai peserta pelatihan kerja, bukan karyawan penuh waktu.

Baca Juga :  Pembentukan Kopdes Merah Putih di Pandeglang, Diskoperindag: Masih Sebatas Sosialisasi

Senada dengan Rifaldo, Raju (27) yang tinggal di Cikarang juga harus mengeluarkan ongkos sekitar Rp 50 ribu per hari untuk bekerja di Jakarta Selatan. Dalam sebulan, biaya itu bisa menembus Rp 1 juta.

“Naik motor sampai stasiun, lalu lanjut KRL. Capek sih, tapi itu pilihan terbaik supaya bisa hemat ongkos,” keluhnya.

Meski transportasi umum tetap jadi pilihan utama, kedua pekerja ini sama-sama mengakui bahwa kondisi perjalanan harian mereka bukan hanya menguras tenaga, tapi juga kantong.

Baca Juga :  KDM Geram! 14 Tewas dan 11 Hilang di Tambang Gunung Kuda, Izin Dicabut

 

 

Penulis: BaimEditor: Tama