RADARTERKINI.ID | SHANGHAI – Indonesia mencatat sejarah di kancah internasional. Dr. Lucky Bayu Purnomo, pakar pasar modal dan ekonom nasional, menjadi delegasi sekaligus pembicara pertama dari Indonesia di ajang bergengsi Shanghai Cooperation Organization (SCO) International Investment and Trade Expo 2025 yang digelar awal pekan ini.
Acara yang menjadi salah satu forum ekonomi terbesar di kawasan Eurasia ini mempertemukan negara-negara anggota SCO seperti Tiongkok, Rusia, India, Pakistan, Kazakhstan, Uzbekistan, Kirgizstan, dan Tajikistan, serta mitra dialog seperti Turki, Iran, Uni Emirat Arab, dan ASEAN, guna memperkuat kerja sama investasi lintas kawasan.
Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin negara, investor global, dan perwakilan sektor swasta, Dr. Lucky menegaskan pentingnya kepercayaan, transparansi, serta inovasi teknologi dalam membangun konektivitas pasar modal dan keuangan global.
“Indonesia, dengan PDB sekitar Rp24.750 triliun dan kapitalisasi pasar modal lebih dari Rp10.725 triliun, memiliki peran strategis dalam mendorong kolaborasi finansial global, khususnya dalam kerangka Belt and Road Initiative dan kerja sama dengan SCO,” tegasnya, Selasa (22/7).
Dr. Lucky memaparkan tiga pilar utama agar pasar keuangan menjadi motor pertumbuhan ekonomi:
1. Integrasi regulasi dan standar investasi lintas kawasan.
2. Inovasi digital, termasuk aset digital dan AI, untuk memperluas akses pasar modal.
3. Sinergi melalui kolaborasi jangka panjang, public-private partnership, hingga aksi korporasi strategis seperti IPO dan fund raising.
Ia juga menyoroti sektor unggulan Indonesia yang siap menjadi magnet investasi global, seperti transisi energi hijau, ekonomi digital, infrastruktur, ketahanan pangan, ekonomi kreatif, hingga teknologi pertahanan dan sumber daya alam.
Sebagai figur profesional yang juga berkontribusi di Kantor Staf Presiden, Kementerian Pertahanan, Kementerian Perindustrian, OJK, dan dunia akademik, Dr. Lucky menegaskan bahwa kepercayaan adalah kunci utama kerja sama lintas negara.
“Membuka pasar modal berarti membuka kepercayaan. Membuka pasar keuangan berarti membuka kemakmuran bersama,” ujarnya.
Partisipasi Dr. Lucky sebagai delegasi pertama Indonesia di SCO Expo 2025 menandai langkah penting Indonesia sebagai mitra kunci dalam memperkuat kerja sama investasi global dan memperluas jejaring keuangan lintas kawasan.













