Cari Reschedule Tiket, Warga Kalimantan Terjebak CS Palsu dan Rugi Rp13 Juta

Avatar photo

RADARTERKINI.ID | KALIMANTAN — Upaya melakukan perubahan jadwal penerbangan justru berujung petaka bagi seorang warga Kalimantan berinisial AS (54). Pada Minggu (1/2/2026), korban menjadi sasaran penipuan online bermodus penyamaran sebagai customer service maskapai penerbangan hingga mengalami kerugian mencapai Rp13 juta.

Kejadian bermula saat korban membeli tiket pesawat melalui aplikasi resmi Traveloka. Setelah transaksi selesai, korban menyadari adanya kesalahan pada tanggal keberangkatan. Karena waktu penerbangan semakin dekat dan khawatir tiket tidak dapat digunakan, korban berinisiatif mencari layanan customer service maskapai untuk melakukan reschedule.

Dalam kondisi panik dan terburu-buru, korban mencari kontak customer service Super Air Jet melalui mesin pencari Google. Dari hasil pencarian tersebut, korban menemukan sebuah nomor yang mengklaim sebagai layanan resmi maskapai dengan kontak +62 817-6400-841, lalu menghubunginya tanpa menaruh curiga.

Melalui komunikasi awal, pelaku meyakinkan korban bahwa perubahan jadwal dapat diproses dengan cepat dan hanya dikenakan biaya administrasi sebesar Rp35.000. Pelaku juga menyebutkan bahwa korban akan segera dihubungi oleh tim support untuk penjelasan teknis lebih lanjut.

Baca Juga :  Hujan Deras Guyur Jakarta, Jalan Raya Ciputat Tergenang Banjir hingga 50 Cm

Tak lama kemudian, masih pada Minggu (1/2/2026), korban dihubungi kembali oleh pihak lain yang mengaku sebagai tim support. Dalam penjelasannya, korban diminta melakukan pembayaran terlebih dahulu dengan alasan dana tersebut akan dikembalikan setelah proses reschedule selesai, dengan pemotongan biaya administrasi.

Meskipun mulai merasakan kejanggalan, korban tetap mengikuti arahan pelaku karena tekanan waktu dan ketakutan kehilangan tiket. Transfer pertama dilakukan, namun pelaku berdalih dana belum masuk ke sistem. Korban pun diminta melakukan transfer ulang dengan nominal berbeda.

Proses tersebut terus berulang dengan dalih yang sama hingga korban melakukan beberapa kali transfer. Hingga akhirnya, total dana yang ditransfer korban mencapai Rp13 juta, dengan tujuan ke dua rekening berbeda, masing-masing atas nama AI TATI sebanyak dua kali transfer dan BUKAMITRA INDONESIA sebanyak satu kali transfer.

Baca Juga :  Art Sura 2025: 9 Hari Penuh Pesona Seni Rupa di Jantung Surakarta

Korban mengaku tetap menuruti permintaan pelaku meskipun sadar ada kejanggalan, akibat kondisi psikologis yang panik dan tertekan. Bahkan, korban menyalahkan dirinya sendiri karena kurang teliti dan terlalu percaya pada pihak yang tidak bertanggung jawab.

Setelah saldo rekening korban tidak lagi mencukupi, pelaku menyampaikan akan melakukan pengecekan pada sistem perbankan dan meminta korban untuk menunggu. Namun sejak kejadian pada Minggu (1/2/2026) tersebut, nomor dan akun pelaku tidak lagi dapat dihubungi.

Korban akhirnya menyadari telah menjadi korban penipuan online berkedok customer service maskapai penerbangan. Selain mengalami kerugian materiil yang cukup besar, korban juga mengalami tekanan psikologis berupa rasa panik, trauma, dan penyesalan.

Baca Juga :  Peliputan Dugaan WNA Ganda di Dukcapil Kemendagri Sempat Tegang

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan layanan pelanggan. Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan keaslian kontak customer service melalui aplikasi resmi atau situs resmi maskapai dan platform perjalanan.

Pihak berwenang diharapkan dapat menindaklanjuti kasus serupa agar tidak terus berulang dan menimbulkan korban baru.

Penulis: AurelyaEditor: Tama