Bus ALS Telantar 5 Jam di Lahat, Penumpang Protes Antre Solar Bikin Rugi

Puluhan penumpang bus PT Antar Lintas Sumatra (ALS) bernomor polisi BK 7871 LD mengaku kecewa setelah perjalanan mereka tertunda lebih dari lima jam akibat bus mengantre bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU RM Cahaya Lematang, Lahat.

RADARTERKINI.ID | LAHAT – Puluhan penumpang bus PT Antar Lintas Sumatra (ALS) bernomor polisi BK 7871 LD mengaku kecewa setelah perjalanan mereka tertunda lebih dari lima jam akibat bus mengantre bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU RM Cahaya Lematang, Lahat.

Peristiwa tersebut memicu protes dari para penumpang yang merasa dirugikan karena kehilangan waktu, terlambat menuju tujuan, hingga terancam mendapat sanksi di tempat kerja. Sejumlah penumpang juga mengaku keluarganya merasa cemas lantaran perjalanan tak kunjung berlanjut tanpa adanya kepastian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bus ALS BK 7871 LD berhenti di SPBU RM Cahaya Lematang, Lahat, untuk mengisi solar. Namun, armada tersebut justru terjebak antrean panjang sehingga penumpang harus menunggu selama lebih dari lima jam di area SPBU dan rumah makan.

Baca Juga :  Jakarta Timur Juara Pengumpulan ZIS DKI, Munjirin Terima Penghargaan dari Pramono Anung

Salah seorang penumpang mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan yang diberikan.

“Kami punya jadwal kerja yang ketat, ada juga yang sudah ditunggu keluarga di rumah karena urusan penting. Kalau harus telantar sampai lima jam di Lahat hanya karena antre solar, ini jelas sangat merugikan kami,” ujarnya.

Insiden ini turut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan operasional dan profesionalisme PT Antar Lintas Sumatra dalam mengelola perjalanan armadanya.

Penumpang mempertanyakan mengapa pengisian bahan bakar tidak dilakukan lebih awal sebelum memasuki jalur yang diketahui rawan antrean solar. Selain itu, mereka juga menilai tidak adanya langkah cepat dari pihak operator ketika bus terjebak antrean dalam waktu yang cukup lama.

Baca Juga :  Jalin Silaturahmi, Kapolresta Tangerang Sowan ke KPU dan Bawaslu Kabupaten Tangerang

Keterlambatan selama lebih dari lima jam dinilai bukan lagi sekadar hambatan perjalanan, melainkan telah berdampak langsung terhadap aktivitas para penumpang, mulai dari pekerjaan hingga urusan keluarga.

Para penumpang mendesak PT Antar Lintas Sumatra memberikan penjelasan resmi terkait insiden tersebut sekaligus bertanggung jawab atas kerugian waktu yang dialami pengguna jasa.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PT Antar Lintas Sumatra mengenai keterlambatan bus BK 7871 LD yang terjadi akibat antrean pengisian solar di SPBU RM Cahaya Lematang, Lahat.