Misteri Makam Dewi Sekardadu, Ibunda Sunan Giri yang Konon Dipindahkan Secara Gaib ke Gresik

Avatar photo

RADARTERKINI.ID | GRESIK — Tim Napak Tilas pada Sabtu (13/9/2025) malam pukul 23.00 menyusuri perbukitan di Gresik menuju sebuah makam yang diyakini menyimpan kisah sejarah penuh misteri. Makam tersebut adalah makam Raden Ayu Dewi Sekardadu, ibunda Sunan Giri atau Raden Paku, yang terletak di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Sejak memasuki gapura pintu makam, tim Napak Tilas merasakan aura yang kuat. Mereka kemudian menggelar doa bersama untuk mendoakan almarhumah Dewi Sekardadu beserta para pengikutnya.

Dewi Sekardadu dikenal sebagai putri Raja Blambangan pada abad ke-14. Beliau juga memiliki beberapa sebutan, di antaranya Raden Ayu Liyung Manoro, Raden Ayu Sumbat Nyowo, dan Raden Ayu Kusworo Dewi. Setelah menikah dengan Syekh Maulana Ishaq, beliau dikenal sebagai sosok istri salehah, tegar, serta ahli dalam ilmu pengobatan.

Baca Juga :  Sebanyak 30 Peserta Ikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian Angkatan ke-21 2025

Dalam sejarah lisan masyarakat, Dewi Sekardadu wafat di Blambangan, Banyuwangi. Sunan Giri yang dikenal sebagai anak saleh kerap berziarah ke makam ibundanya. Namun karena jarak Banyuwangi–Gresik sangat jauh, ia memohon kepada Allah SWT agar makam ibunya dapat dipindahkan ke Giri Kedaton.

Baca Juga :  “Semangat Berkurban di Rawamangun: 45 Hewan Disembelih di Masjid Jami Baitul Ma’Shum”

Konon, pada malam Jumat, makam Dewi Sekardadu beserta gunungnya dipindahkan secara gaib dari Banyuwangi ke Gresik melalui munajat Sunan Giri. Namun, proses pemindahan itu tidak berlangsung mulus. Saat terjadi suara gemuruh, keluarga Sunan Giri dilanda ketakutan sehingga mengganggu munajatnya. Akibatnya, makam beserta gunung tersebut tidak sampai ke Giri Kedaton, melainkan jatuh di sebelah selatan, tepatnya di Desa Gununganyar, Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Hingga kini, makam Dewi Sekardadu tetap menjadi salah satu situs bersejarah yang lekat dengan kisah mistis sekaligus spiritual, mengingat beliau adalah ibu dari salah satu Wali Songo yang berperan penting dalam penyebaran Islam di tanah Jawa.

Baca Juga :  Sampah Berserakan di Wilayah Koja  Warga Pertanyakan Kinerja LH

 

 

Penulis: Didik Djatmiko Editor: Tama