Viral! DPMD Banten Minta Warga Desa Awasi Program Beasiswa Sarjana Penggerak, Bukan untuk Kerabat Kades!

Avatar photo

RADARTERKINI.ID | SERANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten menegaskan pentingnya pengawasan dari seluruh elemen masyarakat desa terhadap realisasi program Sarjana Penggerak Desa, sebuah inisiatif unggulan yang didanai oleh bantuan keuangan (bankeu) desa dari Pemerintah Provinsi Banten.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) desa dengan memberikan beasiswa kepada warga kurang mampu agar dapat mengenyam pendidikan hingga jenjang sarjana. Setiap desa di Banten mendapatkan alokasi anggaran Rp17 juta per tahun khusus untuk program ini, yang digunakan sebagai biaya hidup dan semester mahasiswa penerima.

Plt Kepala DPMD Banten, Berly Rizky Natakusumah, menyampaikan bahwa program Sarjana Penggerak Desa merupakan bagian dari bankeu desa senilai Rp100 juta yang digelontorkan Pemprov Banten tahun 2025. Dana ini mencakup berbagai program pemberdayaan, termasuk penguatan Posyandu, pengembangan BUMDes, dan pendidikan tinggi bagi warga desa.

Baca Juga :  Breaking News Demo Petani Singkong di Pemprov Lampung Diwarnai Hujan Batu

“Program ini untuk warga miskin berprestasi, bukan untuk keluarga, kerabat, atau orang dekat kepala desa,” tegas Berly saat dikonfirmasi pada Minggu (18/5/2025).

Ia menambahkan, penerima beasiswa harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), serta memiliki nilai rapor yang baik. DPMD Banten secara tegas menolak politisasi program ini dan meminta dukungan masyarakat untuk mengawasi realisasinya agar tepat sasaran.

Baca Juga :  Pemprov DKI Jakarta akan Umumkan Transportasi Gratis 24 April Nanti

“Kami tidak ingin ada permainan. Semua pihak harus ikut mengawal agar program ini benar-benar menyentuh masyarakat miskin yang berprestasi,” ujar Berly.

Selain itu, Pemdes juga diimbau untuk tidak sembarangan dalam memilih perguruan tinggi bagi penerima beasiswa. Perguruan tinggi yang dipilih harus memiliki akreditasi baik agar mahasiswa bisa mendapatkan kualitas pendidikan yang mumpuni untuk membangun desanya di masa depan.

Dengan tagline “Satu Desa, Satu Sarjana Penggerak”, Pemprov Banten berharap lulusan program ini bisa menjadi motor perubahan dan penggerak kemajuan di kampung halamannya.

Baca Juga :  Datu Luwu Dukung AINS Pimpin KKSS

 

 

Penulis: BaimEditor: Tama