RADARTERKINI.ID | SERANG – Ulama kharismatik Banten, KH Ahmad Muhtadi Dimyati atau yang akrab disapa Abuya Muhtadi, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah tegas Polda Banten dalam memberantas aksi premanisme di wilayah Provinsi Banten.
Dalam pernyataannya pada Sabtu, 10 Maret 2025, Abuya menyebut bahwa aksi premanisme telah merugikan banyak masyarakat dan harus diberantas hingga ke akar-akarnya.
“Saya memberikan apresiasi dan dukungan kepada Kapolda Banten dan Polres Pandeglang atas tindakannya memberantas premanisme,” ujar Abuya.
Sebagai Mustasyar Nahdlatul Ulama, Abuya Muhtadi menegaskan bahwa praktik premanisme tidak mencerminkan budaya dan ajaran masyarakat Banten, bahkan Indonesia secara keseluruhan.
“Buang premanisme, itu bukan aliran Banten. Khusus Banten bahkan semua se-Indonesia buang, semoga kita bisa bertindak. Saya Insya Allah akan turun kaki,” tegasnya.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh ulama Banten lainnya, Ustaz Cepi Syafarudin. Ia menilai langkah Polda Banten yang telah menangkap ratusan preman dalam Operasi Pekat Maung 2025 membawa dampak positif terhadap keamanan wilayah.
“Banyak terima kasih kepada Polri khususnya kepada Polda Banten dan Polresta Serang Kota yang telah melaksanakan Operasi Pekat Maung 2025. Salah satunya menangani premanisme sehingga alhamdulillah kondisi Serang Kota dan Banten aman,” ungkap Ustaz Cepi.
Polda Banten sendiri melaporkan telah mengamankan 492 orang dalam operasi yang digelar secara serentak hingga ke tingkat polsek. Dari jumlah tersebut, 63 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara 429 lainnya menjalani pembinaan melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) yang digagas Kapolda Banten.
“Polda Banten dan jajaran telah berhasil melakukan pengamanan dan penanganan aksi premanisme sebanyak 492 orang yang terdiri dari 63 pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara 429 orang dalam pembinaan,” jelas Wakapolda Banten Brigjen Hengki.
Langkah tegas ini diharapkan dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Banten serta menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menanggulangi premanisme secara berkelanjutan.













